POLHUKAM

Kampanye di Luar Jadwal, Zulhas Enggak Tahu Aturan

Ray Rangkuti. (Net)
Ray Rangkuti. (Net)


JAKARTA - Aksi Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) membagi-bagikan minyak goreng dan mengampanyekan anaknya Futri Zulya Savitri mencoreng tahapan pemilu serentak 2024.

Padahal, terkait masa kampanye ini sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Jadwal, Tahapan, dan Program Pemilu serentak 2024. 

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menyebutkan, dalam aturan itu partai politik atau figur politik hanya boleh melakukan kampanye selama 75 hari sesuai PKPU 3/2022. 

"Nggak boleh kampanye di luar jadwal itu," katanya, saat konferensi pers di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Disampaikan Ray, seharusnya Bawaslu melakukan pengawasan sejak tahapan penyelenggaran pemilu dimulai. Bahkan, dia mendorong agar Bawaslu melakukan pengawasan selama masa kerja, yakni lima tahun.


"Selama lima tahun itu dia (Bawaslu) bekerja mengawasi. Prinsip-prinsip demokrasi, prinsip-prinsip pemilu itu betul-betul dilaksanakan," katanya.

Ray menyebutkan, tidak ada aturan yang jelas yang mengatur kampanye diluar dari aturan PKPU Nomor 3 Tahun 2022. Makanya, kata dia, tidak heran bila aktor politik melakukan kampanye diluar jadwal.

"Tidak ada larangan untuk melakukan kampanye setiap hari itu yang diatur Undang-Undang," tandasnya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo