POLHUKAM

Menkumham Dorong Pelaku Usaha Segera Urus HKI

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly. (Istimewa)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly. (Istimewa)


JAKARTA - Pelaku usaha diharap segera mengurus hak kekayaan intelektual (HKI) agar memperoleh berbagai manfaat dari pemerintah, termasuk insentif.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly mendorong pelaku usaha untuk terus berkembang.

"Pemerintah membantu buat UMKM yang mendaftarkan kekayaan intelektualnya ada fasilitas, ada insentif yang diberikan," kata Yasonna usai menghadiri acara Yasonna Mendengar di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Kamis (21/7/2022).

Yasonna mengatakan, jika sudah memperoleh legalitas, pelaku UMKM akan lebih mudah mengajukan kredit ke perbankan. Bahkan, menurut dia, belum lama ini Presiden mengeluarkan kebijakan bahwa HKI dapat dijaminkan menjadi alat untuk meminjam uang fidusia.

"Ini upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan UMKM kita," katanya.


Dia mengatakan, pendaftaran tersebut bisa dilakukan oleh pelaku UMKM, pencipta, desainer, dan berbagai kalangan yang mempunyai kegiatan intelektual.

"Kalau UMKM mereknya sangat penting. Saya juga menjelaskan perlunya pendaftaran perusahaan, ada yang punya perusahaan perorangan yang dengan mudah diakses untuk dapat sertifikat perusahaan perorangan," katanya.

Selain itu, pihaknya mendorong pendaftaran hak kekayaan komunal.

"Itu tenun, batik sudah didaftarkan. Jangan nanti sesudah diambil orang kita jadi rugi. Endek Bali misalnya, kerja sama dengan Christian Dior, tahun lalu corak Endek Bali digunakan Christian Dior sebagai mode mereka. Ini kan sudah go internasional. Ada tenun dari NTT, songket dari Sumatera Barat, Palembang, ulos dari Batak. Nah itu komunal, walaupun komunal perlu didaftarkan untuk perlindungannya," katanya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan untuk jumlah merek yang bisa segera didaftarkan ke HAKI potensinya mencapai sekitar 7.000 merek.

"Kami dorong terus pendaftaran sampai ke angka yang lebih tinggi lagi. Itu masih kecil, UMKM kita ada 60 juta," katanya.

Editor: Saeful Anwar