POLHUKAM

Sulit Dapat Izin Praktik Usai Studi di Luar Negeri, Forum Dokter Susah Praktik Lapor ke Menkumham

Forum Dokter Susah Praktik menemui Menkumham Yasonna Laoly untuk mendorong revisi Undang-Undang Praktik Kedokteran. (Ist)
Forum Dokter Susah Praktik menemui Menkumham Yasonna Laoly untuk mendorong revisi Undang-Undang Praktik Kedokteran. (Ist)


JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, menerima kedatangan Forum Dokter Susah Praktik yang memintanya mempertimbangkan untuk mendukung revisi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. 

Kepada Menkumham, Rulando Putra Augustyn selaku perwakilan Forum Dokter Susah Praktik mengatakan bahwa pihaknya meminta revisi UU Kedokteran lantaran mengalami kendala mendapatkan izin praktik di Indonesia usai menempuh studi di luar negeri. 

"Banyak rekan sesama dokter lulusan luar negeri yang mengeluhkan prosedur dan tingginya biaya untuk mendapatkan izin praktik di Indonesia, sehingga kami meminta revisi Undang-Undang Praktik Kedokteran," jelasnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/7/2022). 

Dikatakannya, sejak menyelesaikan studi kedokteran di Rusia sekitar satu tahun lalu, Rulando hingga kini belum mendapat izin praktik di Indonesia. Akibat sulitnya mendapatkan izin praktik sebagai dokter, saat ini Rulando mengaku bekerja di perusahaan asuransi demi mencukupi kebutuhan keluarga. 

Sementara, rekan-rekannya sesama dokter kembali ke negara tempat mereka menempuh studi agar bisa berpraktik sebagai dokter. 


"Ilmu saya rasa sama. Profesi kita ini dibutuhkan banyak orang, semua butuh kesehatan," ujarnya.  

Sementara itu, Menkumham mengatakan akan memperjuangkan aspirasi tersebut, terutama mengenai revisi Undang-Undang Praktik Kedokteran. Menurut dia, revisi undang-undang tersebut penting untuk penguatan sistem kedokteran agar lebih baik dalam memberikan layanan kepada masyarakat. 

Di beberapa kesempatan Yasonna mengaku kerap menerima informasi putra putri Indonesia yang selesai menempuh studi kedokteran di luar negeri tapi sulit praktik di negaranya. Akibatnya, tak jarang dari mereka memilih menjadi dokter di luar negeri, termasuk di Malaysia dan Singapura. 

"Ini sangat memprihatinkan. Di saat kita kekurangan dokter tapi putra putri Indonesia lulusan luar negeri sulit mendapat izin praktik di Indonesia," ujarnya.

Imbasnya, Indonesia kehilangan devisa hingga triliunan rupiah karena terdapat sekitar dua juta warganya yang berobat ke luar negeri setiap tahun. 

"Uang triliunan rupiah dihabiskan orang Indonesia untuk berangkat berobat ke Penang, Malaka, Singapura dan lainnya," pungkas Yasonna.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo