POLHUKAM

PAN Harusnya Tinggalkan KIB

Erick Thohir dan Gubernur DKI Anies Baswedan hadir dalam acara PAN. (Istimewa)
Erick Thohir dan Gubernur DKI Anies Baswedan hadir dalam acara PAN. (Istimewa)


JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan diminta untuk terus terang kepada para petinggi parti politik yang tergabung di dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), terkait calon presiden yang bakal diusulkan PAN pada pilpres mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak mengatakan, Zulkifli Hasan harus bersikap tegas, dan harus lapang dada jika calonnya tidak diterima oleh parpol yang berada di KIB, dalam hal ini Golkar dan PPP.

"Intinya jangan bersama dua kaki. Kalau Zulhas ingin mengajukan Anies maka etisnya PAN keluar dari KIB," kata Zaki kepada Info Indonesia, Jumat (29/7/2022).

Zaki mengatakan, sebagai elite politik, Zulkifli tidak semestinya mendorong figur lain di dalam KIB. Apalagi Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sudah mendeklarasikan dirinya untuk menjadi kandidat capres di 2024.

Menurut Zaki, apa yang dilakukan Zulkifli lantaran dia sudah menyadari bahwa elektabilitas Airlangga Hartarto tidak kunjung naik, bahkan stagnan.


Hasilnya pun dapat terlihat dari beberapa survei yang dirilis lembaga survei belakangan ini. Sehingga, lanjut Zaki, Zulhas melakukan manuver politik dan menggaungkan figur yang bisa dicalonkan PAN di pilpres 2024.

“Memang Airlangga Hartarto elektabilitasnya terus rendah, sehingga Zulhas bermanuver semacam itu.”

Menurut Zaki, Anies Baswedan dan Erick Thohir memang pasangan yang cukup ideal dan saling melengkapi. Anies dari sisi politiknya dan Erick dari sisi ekonomi. Kendati begitu, Erick harus berjuang keras mendapatkan dukung partai politik.

"Ya memang pasangan yang berbobot. Dia (Erick) juga harus melakukan pendekatan dengan parpol-parpol yang dekat dengan Anies seperti Nasdem, PKS dan Demokrat.”

Editor: Saeful Anwar