POLHUKAM

Pencinta Satwa Bawa Polisi Gerebek Rumah Jagal Anjing di Surabaya

Aktivis pencinta satwa menggendong seekor anjing yang diselamatkan dari rumah jagal usai penggerebekan di Surabaya, Minggu (31/7/2022). (Antara/Animals Hope Center)
Aktivis pencinta satwa menggendong seekor anjing yang diselamatkan dari rumah jagal usai penggerebekan di Surabaya, Minggu (31/7/2022). (Antara/Animals Hope Center)


SURABAYA - Pencinta satwa dari komunitas Animals Hope Center bersama aparat kepolisian menggerebek rumah jagal anjing di Surabaya, Jawa Timur, usai mendapat laporan dari masyarakat.

Kepala Subbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muhammad Fakih, memastikan pemilik rumah jagal tersebut telah mengakui menjual daging anjing untuk konsumsi.

"Kami bersama pencinta satwa telah bawa pemilik rumah ke Kantor Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan dan dilakukan interogasi lebih lanjut. Pemilik rumah sampai sekarang masih dimintai keterangan," jelasnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu (31/7/2022).

Fakih mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Dalam penggerebekan itu, pihaknya menemukan beberapa ekor satwa lain di rumahnya.

Aktivis dari Animals Hope Center, Christian Joshua Pale, mengungkapkan, temuan kekerasan terhadap hewan peliharaan anjing di rumah jagal ini menindaklanjuti aduan masyarakat.


Informasi dari masyarakat menyebutkan pemilik rumah jagal di Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, itu secara turun-temurun telah beroperasi sekitar 40 tahun mengolah daging anjing. Binatang yang bukan tergolong sebagai hewan ternak itu diolah menjadi aneka menu masakan, kemudian dijual.

"Ternyata di sana bukan hanya penjagalan terhadap anjing, melainkan juga ada biawak," katanya di Mapolrestabes Surabaya.

Dalam penggerebekan tersebut, tim kepolisian dan komunitas pencinta satwa menemukan enam karung kosong. Diperkirakan ada beberapa anjing atau satwa lain yang bukan tergolong hewan ternak telah dibantai sebelum penggerebekan.

Christian mendorong polisi yang saat ini masih melakukan penyelidikan agar pelaku mendapat hukuman setimpal.

"Apalagi, ada informasi yang menyebutkan pelaku telah beroperasi puluhan tahun, yang berarti telah menghilangkan nyawa ribuan ekor hewan piaraan anjing. Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya," katanya.

Tim penyidik dari Polrestabes Surabaya juga masih menindaklanjuti kasus tersebut, termasuk memintai keterangan dari sejumlah saksi.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo