DAERAH

Gandeng Komunitas Sosialisasi Penghapusan BBNKB

Gubernur Sumsel, Herman Deru (kanan), saat menghadiri HUT ke-20 SMOC di Palembang, Minggu (31/7/2022). (Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru (kanan), saat menghadiri HUT ke-20 SMOC di Palembang, Minggu (31/7/2022). (Humas Pemprov Sumsel)


PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggandeng para bikers Sriwijaya Motor Club (SMOC) untuk menyosialisasikan program penghapusan biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor  (BBNKB).

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan pemprov mengajak komunitas ini karena para anggota klub mobil antik tersebut diketahui taat membayar pajak kendaraan.

"Saya mengharapkan anggota SMOC ini menjadi duta ketertiban dan ketaatan membayar pajak," katanya saat menghadiri perayaan HUT ke-20 SMOC di Palembang, Minggu (31/7/2022). 

Herman Deru mengatakan, Pemprov Sumsel melanjutkan program penghapusan biaya BBNKB dan sanksi administrasi denda serta bunga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada 1 Agustus sampai 31 Desember 2022.

Terkait hal itu dirinya telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua dan Seterusnya.


Dalam pergub disebutkan Pemprov Sumsel kembali memberikan keringanan bagi para pemilik kendaraan roda dua dan roda empat dengan memberikan pembebasan BBNKB Penyerahan Kedua dan Seterusnya Khusus Mutasi Masuk Luar Provinsi Serta Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Penghapusan sanksi administrasi berlaku bagi PKB dan BBNKB pada tahun berkenaan dan sanksi administrasi PKB tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, hal ini menjadi pengecualian untuk PKB dan BBNKB Penyerahan Pertama (kendaraan baru), sehingga penghapusan sanksi administrasi berlaku bagi pembayaran PKB tahunan dan tunggakan, ganti pemilik dan bagi kendaraan mutasi, baik dalam maupun luar Provinsi Sumsel.

Sebelumnya, pada tahun 2021, Pemprov Sumsel meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp3,5 triliun, salah satunya disumbang program pemutihan denda administrasi PKB dan BBNKB.

Program yang dijalankan Sumsel selama Oktober-Desember 2021 ternyata mendapatkan respon positif dari masyarakat. Pada periode itu, pemerintah daerah mampu mengumpulkan senilai Rp1,050 triliun atau terealisasi 109,63 persen untuk Pajak Kendaraan Bermotor, dan Rp97 miliar untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau terealisasi sebesar 110,58 persen.

Presiden SMOC, Maman Lesmana, mengatakan, pihaknya bersedia membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program penghapusan biaya balik nama kendaraan tersebut.

"Kami yang membawahi sedikitnya tiga ratusan klub motor akan membantu pemerintah mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan," jelasnya.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Senin, 1 Agustus 2022.


Video Terkait:
Gubernur Sumsel Umumkan Nama Anak Percha Leanpuri
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo