POLHUKAM

Komnas HAM: Bukti-bukti Kematian Brigadir J Semakin Signifikan

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara memberikan keterangan pers di Jakarta. (Antara/Muhammad Zulfikar).
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara memberikan keterangan pers di Jakarta. (Antara/Muhammad Zulfikar).


JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mendapatkan bukti tambahan berupa hasil tes usap PCR yang dilakukan di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo terkait kematian Brigadir J.

"Artinya, sudah ada hasil PCR yang dilakukan di rumah yang beralamat di Jalan Saguling," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Hal tersebut disampaikan Beka usai Komnas HAM memeriksa satu ajudan atau Aide De Camp (ADC) dan asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo. Pemeriksaan keduanya dilakukan pukul 10.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 17.15 WIB. 

Pada awalnya, Komnas HAM juga akan memeriksa atau menggali informasi dari petugas kesehatan yang melakukan tes usap PCR di kediaman pribadi Irjen Ferdy Sambo yang berlokasi di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Namun, kata Beka, tenaga kesehatan yang melakukan tes usap PCR tersebut tidak memenuhi undangan atau jadwal pemeriksaan oleh Komnas HAM.

Dia mengatakan, usai memeriksa ajudan dan asisten rumah tangga tersebut, Komnas HAM terus mendapatkan informasi-informasi penting, sehingga penyelidikan kematian Brigadir J semakin menunjukkan bukti yang cukup signifikan.


"Kenapa signifikan? Karena melengkapi keterangan yang sudah disampaikan oleh ajudan-ajudan yang lain pada minggu lalu," ujar Beka.

Sebagai tambahan informasi, ajudan Ferdy Sambo yang diperiksa oleh Komnas HAM hari ini sebelumnya berhalangan hadir. Pada awalnya, Komnas HAM mengagendakan pemeriksaan terhadap tujuh orang ajudan namun hanya enam yang datang, salah satunya adalah Bharada E.

Selain bukti tambahan dari hasil tes usap PCR, Komnas HAM juga memperoleh informasi penting lainnya khususnya soal kerangka waktu yang dilakukan oleh pihak terperiksa.

Pada agenda pemeriksaan ajudan dan asisten rumah tangga Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo tersebut, Kepala Biro Penmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, juga tampak hadir.

Dia mengaku kedatangannya untuk mendampingi kedua orang yang diperiksa oleh Komnas HAM terkait kematian Brigadir J.


Video Terkait:
Natalius Dibayar Rp 5 Miliar untuk Serang Ganjar Pranowo
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo