POLHUKAM

China Siap Tembak Rudal ke Laut Taiwan

Militer China memamerkan rudal balistik buatan mereka saat parade latihan tempur beberapa bulan lalu. Saat ini Komando Timur Tentara Pembebasan Rayat China sedang menggelar latihan di Provinsi Fujian, dekat Taiwan.
Militer China memamerkan rudal balistik buatan mereka saat parade latihan tempur beberapa bulan lalu. Saat ini Komando Timur Tentara Pembebasan Rayat China sedang menggelar latihan di Provinsi Fujian, dekat Taiwan.


JAKARTA - China berjanji akan meluncurkan aksi militer sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi ke Taiwan. 

Pelosi, Ketua DPR AS itu diketahui mendarat di Bandara Internasional Songshan, Taipe, Selasa (2/8/2022) malam waktu setempat atau sekitar pukul 21.50 WIB.

Saat menuruni tangga pesawat, Pelosi terlihat mengenakan pakaian berwarna merah jambu.

Pakaian itu dikenakannya ketika mengunjungi Malaysia pada Selasa (2/8/2022) siang harinya.

Sesaat setelah kabar tibanya Nancy Pelosi di Taipei, laman resmi Ketua DPR AS merilis pernyataan yang mengonfirmasi kunjungan kekongresan ke Taiwan.


Rilis tersebut menyatakan bahwa kunjungan ini “menghormati komitmen teguh AS untuk mendukung demokrasi Taiwan yang penuh semangat.”

Kementerian Luar Negeri China mengatakan, perjalanan Nancy Pelosi ke Taiwan adalah pelanggaran serius terhadap prinsip satu-China dan ketentuan dari tiga komunike bersama China-AS.

Dalam tiga komunike bersama China-AS, Amerika Serikat bukan hanya mengakui bahwa "hanya ada satu China dan Taiwan adalah bagian dari China", tetapi juga berjanji bahwa "rakyat AS akan memelihara hubungan budaya, komersial, dan hubungan tidak resmi lainnya dengan rakyat Taiwan".

Bukan hanya Kemlu China, Kongres Rakyat Nasional China, Legislatif Tinggi China, Komite Luar Negeri Komite Nasional Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat China, dan Kantor Kerja Taiwan dari Komite Sentral Partai Komunis China juga mengecam tindakan Pelosi mengunjungi Taiwan.

Merespons kunjungan Ketua DPR AS ke Taiwan, Kementerian Pertahanan China dilaporkan telah menetapkan situasi siaga tinggi dan akan meluncurkan serangkaian operasi militer yang ditargetkan sebagai tindakan balasan.

"Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dalam siaga tinggi dan akan meluncurkan serangkaian operasi militer yang ditargetkan untuk melawan ini," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, dalam sebuah pernyataan mengutuk kunjungan tersebut, dikutip AFP, Rabu (3/8/2022).

"Dengan tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial. Dan, dengan tegas menggagalkan campur tangan eksternal dan upaya separatis 'kemerdekaan Taiwan'."

Menurut kabar, beberapa saat setelah Nancy Pelosi tiba di Taiwan, puluhan tempur China dilaporkan melintasi Selat Taiwan.

Armada jet tempur yang diterjunkan diketahui berjenis Sukhoi Su-35.

Pejabat Taiwan melaporkan lebih dari 21 pesawat tempur China itu terbang zona pertahanan udara Taiwan.

Sementara itu, Beberapa kapal perang AS berlayar di perairan dekat Taiwan pada Selasa (2/8/2022), saat Ketua DPR AS Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan. Kunjungan kontroversial Pelosi ke pulau yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya itu telah memicu kemarahan China.

AFP melaporkan, saat mengadakan latihan militer, China melakukan tembakan langsung di Selat Taiwan sebagai tanggapan atas kunjungan Pelosi ke Taiwan. Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengatakan kapal induk bertenaga nuklir Ronald Reagan beroperasi di Laut Filipina, selatan Taiwan.

Angkatan Laut AS menerbitkan gambar Ronald Reagan yang biasanya berbasis di Jepang melakukan manuver dengan kapal kargo USS Carl Brashear pada Minggu (31/8/2022). Seorang pejabat Angkatan Laut AS mengatakan Ronald Reagan didampingi oleh USS Higgins, sebuah kapal perusak yang merupakan bagian dari kelompok penyerangnya.

Warning China Pada AS

Sebelum Nancy Pelosi menginjakkan kaki di Taiwan, Presiden China Xi Jinping memberikan peringatan kepada Amerika Serikat agar tidak ikut campur tangan dalam kebijakan negeri tirai bambu terhadap Taiwan.

"Seseorang yang bermain api pasti akan terbakar," ujar Presiden Xi Jinping kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden, sebagaimana dilansir China Central Television (CCTv).

Presiden Xi Jinping mengatakan China menolak keras separatis dan kemerdekaan Taiwan, sebagaimana juga campur tangan pasukan asing di wilayah itu.

CCTv menambahkan bahwa kedua kepala negara melakukan percakapan mendalam dan saling bertukar cerita mengenai hubungan China-AS dan isu-isu yang menjadi perhatian bersama.

Percakapan yang dilakukan melalui telepon tersebut berjalan selama 2,5 jam dengan berbagai topik mulai dari isu Taiwan hingga sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

"Menggarisbawahi bahwa kebijakan Amerika Serikat tidak berubah dan kami tetap menentang upaya sepihak untuk merubah status quo atau merubah perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata Presiden AS Joe Biden, dari keterangan pernyataan Gedung Putih, Kamis (28/7/2022).

Percakapan telepon itu, oleh pengamat dipandang sebagai upaya meredakan ketegangan setelah kedua belah pihak bersitegang setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi berencana kembali akan mengunjungi Taiwan bulan depan.

Pelosi akan menjadi politisi AS dengan pangkat tertinggi yang mengunjungi pulau itu dalam 25 tahun.

Gedung Putih dan Pentagon telah berusaha menghalangi Pelosi untuk mengunjungi Taiwan dan memberi peringatan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan ketegangan kedua negara. 

China telah memperingatkan AS bahwa kunjungan itu akan membuat negeri tirai bambu melakukan tindakan ekstrim.


Video Terkait:
Lama Menghilang, Jack Ma Sibuk Riset di Eropa
Editor: Saeful Anwar