POLHUKAM

Pupuk Jangan Jadi Bancakan Korupsi

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata. (Net)
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata. (Net)


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta seluruh pengusaha di bidang pupuk agar tidak menjadikan komoditas tersebut sebagai bahan bancakan tindak pidana korupsi. Sebab, jika pupuk dijadikan bahan bancakan korupsi, bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menyengsarakan kehidupan para petani.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan, pupuk merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pertanian di Indonesia. Data Kementerian Pertanian menjelaskan, pupuk berperan sekitar 20-40 persen dalam meningkatkan produktivitas tanaman pertanian. Sehingga pupuk menjadi salah satu sektor terpenting dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Melalui Permentan 10/2022, pemerintah telah memfokuskan kebijakan pupuk bersubsidi kepada sembilan jenis komoditas pangan utama dan strategis yang mendapatkan alokasi subsidi pupuk. Prioritas itu diberikan untuk komoditas padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kakao, dan kopi rakyat.

Alex mengatakan, swasta atau profesional menjadi salah satu pihak yang paling rentan terjerat tindak pidana korupsi. Data KPK hingga pertengahan 2022 mencatat, 372 pelaku korupsi dari kalangan swasta ditangkap dan diadili.

"Tendensi penyimpangan dan 'fraud' seringkali terjadi pada ekosistem dunia usaha. Oleh karenanya, seluruh pelaku usaha, khususnya di sektor produksi maupun distribusi pupuk, penting mengedepankan persaingan usaha yang berintegritas. Di saat bersamaan, pelaku usaha dituntut meningkatkan kualitas dari segala aspek agar tetap berdaya saing dan memiliki harga kompetitif," kata Alex saat memberi sambutan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Antikorupsi bagi Jajaran PT Pupuk Indonesia yang diselenggarakan KPK di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta, Selasa (2/8/2022).


Kegiatan itu bertujuan mengedukasi para pelaku usaha untuk mengedepankan persaingan usaha yang berintegritas melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dari bimtek tersebut diharapkan dapat meningkatkan integritas seluruh jajaran PT Pupuk Indonesia dalam mendukung pengelolaan pupuk secara efisien dan akuntabel yang manfaatnya untuk masyarakat luas.

"Jika pengelolaan pupuk efisien, maka harga pasar stabil dan terjangkau, bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan yang kuat bagi Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto, mengatakan, Pupuk Indonesia Grup secara konsisten berperan aktif dalam upaya mencegah dan melawan korupsi. Khususnya di lingkungan BUMN melalui penerapan nilai-nilai tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan amanat Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/2011.

Selain itu, upaya mencegah dan melawan korupsi dilakukan melalui implementasi budaya AKHLAK, pengendalian internal, penerapan manajemen risiko terintegrasi, penerapan pedoman, prosedur dalam menjalankan proses bisnis, implementasi "fraud control system" yang bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan penerapan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan SNI ISO 37001:2016.

Kemudian, sebagai bentuk upaya keterbukaan atau transparansi, Pupuk Indonesia akan memperluas kewajiban kegiatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di lingkungan Pupuk Indonesia Grup dari jajaran direksi, jajaran komisaris, hingga pegawai tiga tingkat di bawah direksi.

"Korupsi merupakan musuh besar dan kejahatan luar biasa yang memerlukan pencegahan dan penanganan bersama oleh seluruh elemen bangsa Indonesia. Melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis ini, Pupuk Indonesia berusaha dapat menguatkan budaya integritas dalam upaya pencegahan korupsi di perusahaan dan mampu menciptakan dunia usaha yang bersih dan bebas dari korupsi," ujar Nugroho.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Rabu, 3 Agustus 2022.


Video Terkait:
Usai Dipecat Firli, Eks Pegawai KPK Jadi Tukang Nasgor
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo