DAERAH

Minta Diberi Kewenangan Awasi Sawit

Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Humas Pemprov Sumsel)


PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota diberikan kewenangan untuk mengawasi sektor perkebunan sawit.

"Saya meminta diberikan kewenangan untuk mengawasi sawit. Ini untuk bahan kajian saja karena kami ada kendala jika sama sekali tidak punya kewenangan," kata Herman Deru saat menerima kunjungan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Andi Widjajanto, di Palembang, Selasa (2/8/2022).

Dia mengatakan, saat ini tidak ada yang dapat dilakukan pemerintah daerah terkait persoalan yang terjadi di sektor kelapa sawit, sehingga beberapa waktu lalu berimbas pada kenaikan harga minyak goreng.

Pasalnya, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota tidak diberikan kewenangan untuk memberikan perizinan, maka sama sekali tidak dapat berbuat banyak atas keluhan masyarakat. Padahal, Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil minyak sawit mentah (CPO) terbesar di Indonesia dengan luas lahan mencapai 1,3 juta hektare.

"Artinya jika dibagikan dengan total penduduk Sumsel maka enam orang warga Sumsel memiliki satu hektare lahan sawit," ujar Herman Deru.


Dia menjelaskan, saat ini perkebunan sawit di Sumsel sebagian besar dikuasai oleh perusahaan besar, berbeda dengan perkebunan karet yang mayoritas milik rakyat.

Menurut Herman Deru, harus ada pendelegasian dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk pengawasan rantai pasok dan rantai distribusi dari perkebunan sawit. Langkah ini merupakan mitigasi dalam menjaga ketahanan pangan nasional, mengingat minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Gubernur Sumsel pun meminta Lemhanas untuk mengkaji permintaan tersebut demi ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga minyak goreng kemasan pada Mei sebesar Rp22.500 per liter yang kemudian turun menjadi Rp22.300 per liter pada Juni dan kembali turun menjadi Rp21.600 per liter pada Juli 2022.

Sedangkan harga minyak goreng curah pada Mei sebesar Rp18.200 per liter yang kemudian turun menjadi Rp16.900 per liter pada Juni dan menyentuh titik terendahnya sebesar Rp15.000 per liter pada Juli 2022.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Rabu, 3 Agustus 2022.


Video Terkait:
Gubernur Sumsel Umumkan Nama Anak Percha Leanpuri
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo