POLHUKAM

PILPRES 2024

Prabowo dan Puan Berpeluang Menang Jika Dipasangkan

Hasil survei CPCS terkait elektabilitas pasangan capres dengan cawapres, Kamis (4/8/2022). (Antara/CPCS)
Hasil survei CPCS terkait elektabilitas pasangan capres dengan cawapres, Kamis (4/8/2022). (Antara/CPCS)


JAKARTA - Simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan elektabilitas pasangan Prabowo Subianto dengan Puan Maharani menempati posisi teratas.

"Di antara sejumlah simulasi, Prabowo-Puan unggul telak dibanding pasangan capres-cawapres yang lain," kata Direktur Eksekutif CPCS, Tri Okta, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/7/2022).

Dengan masih berlakunya ketentuan presidential threshold (PT) 20 persen, paling banyak bisa terbentuk empat poros koalisi Pilpres 2024, di mana PDIP menjadi satu-satunya partai politik yang berhak mengusung pasangan capres-cawapres tanpa perlu berkoalisi.

Temuan survei yang dilakukan CPCS menunjukkan pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani berpeluang unggul telak dalam sejumlah simulasi dengan elektabilitas mencapai 51,3 persen.

Pasangan Prabowo-Puan unggul dalam simulasi tiga pasangan capres-cawapres, mengalahkan pasangan Anies Baswedan dengan Jenderal TNI Andika Perkasa sebesar 22,5 persen dan pasangan Ganjar Pranowo dengan Airlangga Hartarto (20,8 persen), sedangkan sisanya tidak tahu/tidak jawab 5,4 persen.


Menurut Okta, koalisi yang dibangun PDIP dan Partai Gerindra dengan mengusung Prabowo-Puan memiliki peluang besar untuk menang pada 2024.

"Komunikasi PDIP dan Gerindra sudah terbangun lama sejak keduanya menjadi oposisi pada masa Presiden SBY," katanya.

Dalam simulasi yang lain, PDIP dan Gerindra kembali berpisah mengusung capres-cawapres yang berbeda. Hasilnya, Ganjar-Andika menempati posisi pertama (43,6 persen), disusul Prabowo-Airlangga (23,7 persen) dan Puan bersama Erick Thohir (19,0 persen), sisanya tidak tahu/tidak jawab 13,7 persen.

Simulasi lainnya Anies-Puan menang tipis (31,3 persen) terhadap pasangan Prabowo dengan Khofifah Indar Parawansa (29,5 persen) dan pasangan Airlangga dengan Agus Harimurti Yudhoyono (28,8 persen), sisanya tidak tahu/tidak jawab 10,4 persen.

"Di antara tokoh tiga besar partai hanya Prabowo dan Puan yang memiliki peluang kuat untuk maju, sementara itu Anies dan Ganjar masih harus menaikkan posisi tawar jika ingin diusung oleh partai-partai," jelas Okta.

Meskipun demikian, Okta melihat peta koalisi parpol masih sangat cair, demikian pula dengan dinamika elektabilitas para tokoh.

"Hingga saat ini simulasi Prabowo-Puan (koalisi PDIP-Gerindra) masih memimpin, dibayangi oleh Ganjar-Andika," bebernya.

Survei CPCS digelar pada 22-27 Juli 2022 dengan jumlah responden 1.200 mewakili 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Video Terkait:
Prabowo Ajukan Anggaran Alutsista Sebesar 1.700 Triliun
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo