POLHUKAM

98 Penyelenggara Pemilu Merasa Namanya Dicatut Oleh Parpol

Ilustrasi Sipol. (Dok. Sindo)
Ilustrasi Sipol. (Dok. Sindo)


JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menginformasikan jumlah penyelenggara pemilu yang dicatut namanya ke dalam keanggotan partai sebanyak 98 orang. Jumlah itu meningkat pasca para penyelenggara itu menyampaikan pengaduan ke KPU.

"Ada 98 orang penyelenggara pemilu di daerah termasuk komisioner dan sekretariat KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota yang telah menyampaikan pengaduan bahwa nama-nama mereka ada di dalam daftar keanggotaan partai politik yang ada di dalam aplikasi Sipol," kata Ketua Divisi Teknis KPU, Idham Holik kepada wartawan, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Idham menegaskan, seluruh nama yang dicatut itu menyampaikan kepada KPU bahwa tidak pernah tergabung ke dalam partai politik. Selain itu, tidak pernah terlibat dalam kegiatan politik, termasuk memiliki KTA dari salah satu partai politik.

"Padahal yang bersangkutan tidak pernah mengajukan diri menjadi anggota partai politik," kata dia.

Idham mengatakan, 98 penyelenggara pemilu sebelumnya telah melakukan pengecekan secara mandiri melalui info.pemilu.kpu.go.id sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Karena, lanjut Idham, selama tahapan pendaftaran partai politik dan verifikasi dokumen persyaratan calon peserta pemilu tersedia ruang partisipasi.


"Dalam bentuk pengecekan keanggotaan partai politik dan dipersilakan untuk mengisi formulir tanggapan masayrakat yang tersedia di dalam website.”

Idham menerangkan, layanan pengaduan itu diatur dalam Pasal 140 ayat 2 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2022. Dalam aturan itu menjelaskan bahwa KPU RI memberikan ruang partisipasi masyarakat agar adalam penyelenggara tahapan pemilu serentak 2024 menjadi lebih partisipatif.


Video Terkait:
Ketua KPU Diberhentikan
Editor: Saeful Anwar