DAERAH

Bimbing Petani Sukseskan Gerakan Mandiri Pangan

Kegiatan edukasi urban farming pemanfaatan lahan perkarangan rumah di kawasan Jakabaring, Palembang. (Antara/Yudi Abdullah)
Kegiatan edukasi urban farming pemanfaatan lahan perkarangan rumah di kawasan Jakabaring, Palembang. (Antara/Yudi Abdullah)


PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengajak semua pihak memberikan bimbingan kepada petani dan masyarakat yang tertarik mengembangkan budi daya pertanian untuk menyukseskan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

"Semua pihak termasuk masyarakat yang berkecimpung di bidang pertanian dan bidang lainnya, para penyuluh, dosen, serta mahasiswa pertanian diharapkan berperan aktif dalam memberikan bimbingan kepada petani untuk meningkatkan produksi dan pengembangan tanaman pangan," jelasnya di Palembang, Kamis (4/8/2022).

Menurut Herman Deru, petani membutuhkan bimbingan, baik mengenai teknologi pertanian dan akses permodalan, sehingga dapat membuka wawasan mereka untuk berkembang dan maju menjadi petani sukses.

"Sekarang ini sebagian besar petani terkesan menjadi buruh di lahannya sendiri karena hasilnya tidak sesuai dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkannya," ujarnya.

Untuk mendorong petani di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu berkembang dan menjadi sukses, Pemprov Sumsel akan terus berupaya melakukan bimbingan.


Bimbingan yang dilakukan kepada para petani dalam dua tahun terakhir dengan menurunkan sebanyak 1.400 tenaga muda penyuluh pertanian. Tenaga penyuluh yang dikenal dengan Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian (P2EP) ditugaskan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas petani serta berperan memperbaiki produksi dan kualitas pertanian.

"Penyuluh sebagai inisiator dan agen perubahan yang selalu memberikan gagasan atau ide-ide baru untuk mengembangkan pertanian dan produk pangan yang dibutuhkan masyarakat serta pasar lokal dan luar negeri, sehingga petani lebih sejahtera dan mewujudkan Sumsel mandiri pangan," ujar Herman Deru.

Sementara itu, Dosen Pertanian Universitas Sriwijaya, Benyamin Lakitan, bersama sejumlah dosen dan mahasiswa pascasarjana bimbingannya melakukan edukasi pertanian perkotaan di komplek perumahan kawasan Jakabaring untuk mendukung program GSMP.

Dalam kegiatan itu, masyarakat dikenalkan teknologi sederhana optimalisasi lahan perkarangan yang sempit untuk kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming dengan pola tiga kegiatan dalam satu petak lahan (3 in 1).

Optimalisasi lahan perkarangan 3 in 1 merupakan teknologi budi daya sayuran dan ikan untuk sumber vitamin serta protein tambahan bagi masyarakat urban dengan lahan terbatas. Lahan perkarangan rumah yang sempit atau luasannya terbatas tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk satu kegiatan, seperti hanya membuat kolam untuk budi daya ikan, menanam sayuran, obat-obatan (apotik hidup) dan buah-buahan.

Namun kegiatannya bisa dikembangkan dan lahan yang terbatas dapat dioptimalkan dengan cara sebagian lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budi daya ikan seperti lele, nila dan betok yang di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran, obat-obatan herbal dan cabai dengan teknologi rakit apung memanfaatkan botol bekas dan bambu yang bisa dengan mudah ditemukan.

Kegiatan urban farming itu sekarang ini dikembangkan dengan cara tiga lapis dalam satu tempat (3 in 1) yakni lahan yang ada kolam ikannya digunakan untuk budi daya ikan di atasnya juga dimanfaatkan untuk tanaman sayuran dan cabai dengan teknologi rakit apung dan dibuat kerangka rambat, sehingga bisa digunakan untuk budi daya tanaman sayuran seperti oyong dan buah-buahan seperti anggur dan melon yang pertumbuhannya merambat.

"Melalui optimalisasi lahan pertanian perkotaan itu diharapkan lahan yang luasnya terbatas tetap bisa menghasilkan bahan pangan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Bahkan dapat dijual ke tetangga dan pasar sebagai usaha sampingan keluarga," jelas Benyamin yang juga pernah menjabat Kepala Bappeda Sumsel.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Jumat, 5 Agustus 2022.


Video Terkait:
Gubernur Sumsel Umumkan Nama Anak Percha Leanpuri
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo