POLHUKAM

Keren! Dua Dosen UI Ini Dapat Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang 2022

Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. (Net)
Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. (Net)


JAKARTA - Hubungan bilateral yang harmonis yang dijalin oleh Indonesia dan Jepang sejauh ini tidak lepas dari peran sejumlah elemen, bukan hanya pemerintah dan pihak swasta, melainkan juga individu. 

Sumbangsih mereka yang ikut mengambil peran dalam merekatkan hubungan kedua negara itu pun mendapatkan pengakuan dari pemerintah Jepang.

Pekan ini, ada dua tokoh akademisi di tanah air ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang Tahun 2022 (Reiwa 4).

Menurut keterangan yang dirilis oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Kamis (4/8/2022), penghargaan itu diberikan kepada dua tokoh tersebut karena jasa-jasa mereka dalam memberikan sumbangsih terhadap peningkatan saling pengertian antara Jepang dan Indonesia. Para penerima penghargaan akan menerima piagam Penghargaan dari Menteri Luar Negeri Jepang.

Tokoh pertama yang mendapat penghargaan itu adalah Bambang Wibawarta, Dosen, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. 


Bambang Wibawarta, selain menerjemahkan berbagai buku karya sastra Mori Ogai dan Akutagawa Ryunosuke, juga merupakan salah seorang peneliti terkemuka pada bidang kebudayaan Jepang di Indonesia. Dia telah menjabat pada usia muda 40 tahun sebagai Ketua Pusat Studi Jepang (PSJ) di Universitas Indonesia yang pembangunannya didukung oleh kerja sama dengan proyek bantuan hibah dari Pemerintah Jepang.

Selama menjabat sebagai Ketua PSJ, Bambang Wibawartabeliau dianggap berhasil memperkuat fungsi perpustakaan melalui penambahan koleksi buku baru, serta penerapan sistem pencarian koleksi buku secara daring dan perangkat audiovisual terbaru dengan didatangkannya investasi dari pihak swasta. Selain itu, dia juga berkontribusi dalam meningkatkan kehadiran penelitian Jepang dengan ditambahkannya kegiatan-kegiatan terkait.

Sementara itu, tokoh kedua yang mendapat penghargaan yang sama adalah Hikmahanto Juwana, Dosen, Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dia merupakan seorang tokoh hukum internasional Indonesia yang dianggap telah membantu Kedutaan Besar Jepang dalam melaksanakan studi kebijakan luar negeri dengan berbagi pengetahuan dan pandangan yang bermanfaat mengenai isu-isu regional. 

Tidak hanya itu, Hikmahanto juga dianggap memberikan sumbangsih besar terkait kerjasama dalam mempromosikan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai gagasan "Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka (Free and Open Indo-Pacific)" yang diutamakan oleh Jepang, melalui lokakarya kemaritiman yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. 

"Selama ini terdapat berbagai pihak yang berkiprah di berbagai bidang dan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan hubungan persahabatan antara Jepang dengan sejumlah negara termasuk Indonesia," begitu kutipan dari pernyataan yang dirilis oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. 

"Pemberian penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang ini bertujuan untuk menyampaikan apresiasi Pemerintah Jepang atas jasa-jasa dari individu maupun organisasi yang telah berkontribusi besar yang istimewa terhadap peningkatan hubungan persahabatan, serta dimaksud untuk mengajak masyarakat Jepang maupun Indonesia agar dapat lebih memahami dan mendukung kegiatan-kegiatan mereka," sambung pernyataan yang sama. 

Editor: Amelia