OLAHRAGA

Bagnaia Lebih Berbahaya

Fabio Quartararo. (Net)
Fabio Quartararo. (Net)


JAKARTA - Francesco Bagnaia memulai paruh kedua musim ini dengan kemenangan yang menggenapkan empat kali finis terdepan, terbanyak di antara pembalap MotoGP lainnya.

Hal ini membalikkan kondisi awal musim, di mana Pecco mengalami hal berat sepanjang paruh pertama. Pembalap Ducati tersebut hanya punya satu poin pada dua balapan pembuka. Sama seperti tahun lalu, Pecco juga bangkit di tengah musim. Ia mempersembahkan dua kemenangan beruntun dari Assen dan Inggris.

Anak didik Valentino Rossi itu pun meroket ke peringkat ketiga klasemen dengan 131 poin, terpaut 49 dari Fabio Quartararo dan 27 dari Aleix Espargaro.

Apa yang ditampilkan Pecco ini perlu menjadi perhatian serius bagi Yamaha dan Fabio Quartararo yang hanya puas finis kedelapan akibat melakoni long lap penalty di Silverstone.

"Aleix bukan yang paling penting. Kami kehilangan lebih dari 40 poin dari Pecco dari dua balapan terakhir. Jadi kami harus bangun. Saya lihat Pecco lebih sebagai rival dalam kejuaraan sekarang. Dia breada dalam fase sulit dihentikan sehingga saya lihat dia sebagai lawan utama daripada Aleix," kata Quartararo dikutip dari Motorsport.com, Senin (8/8/2022).


Juara bertahan MotoGP itu menderita karena pilihan ban, lunak di depan dan medium di belakang. Ia tak bisa memacu motor semaksimal mungkin ketika temperatur lintasan meningkat menjadi 44 derajat Celcius. Apalagi ban medium belum sempat dites dalam latihan bebas.

"Ban belakang membuat kami sangat menderita. Saya pikir kompon medium akan baik untuk kami, tapi ketika saya di belakang empat pembalap, ban menjadi sangat panas. Kami tidak punya pace bagus dan tidak menjalani balapan bagus untuk kami," tuturnya.

"Saya selalu menggunakan ban lunak di depan dan hari ini memberikan kami performa bagus. Ban medium jadi pilihan karena kami banyak menggunakan, hampir selalu, problemnya adalah kami membuat kesalahan karena tidak mengetes itu sebelum balapan akhir pekan," ujar pembalap berjuluk El Diablo itu.

Sementara, dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Pecco berkomentar tentang duel lawan Fabio Quartararo. Ia memberi tantangan kepada pemuncak klasemen.

"Saya harap bertarung dengannya cepat atau lambat, terutama ketika kami mendapat poin sama. Sekarang, hanya untuk bersenang-senang. Tidak semua akhir pekan berlangsung seperti ini," ujarnya.

"Di masa depan, sangat indah seandainya bisa melakukan duel sesungguhnya. Hari ini dua saingan berat saya sedang sial. Saya tidak sabar melakukannya," ungkapnya.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Selasa, 9 Agustus 2022.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo