WARNA-WARNI

Buntut Perang Rusia-Ukraina, Harga Mi Instan Bisa Meroket 3 Kali Lipat

Mi instan. (Net)
Mi instan. (Net)


JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak akhir Februari lalu berbuntut panjang. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memperingatkan, ada potensi lonjakan harga mi instan akibat efek domino dari perang tersebut. 

Bukan tanpa alasan, pasalnya Indonesia merupakan salah satu negara yang mengandalkan pasokan gandum impor. Sementara Rusia dan Ukraina merupakan dua negara pemasok gandum dunia. Di mana produk turunan gandum salah satunya adalah tepung terigu.

Dengan situasi tersebut, dia memperingatkan potensi kenaikan harga mi hingga tiga kali lipat. 

"Belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan Perang Ukraina-Rusia. Di mana ada 180 juta ton gandum nggak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3x lipat," kata Mentan dalam webinar yang dikutip Selasa (9/8/2022).

Merujuk pada Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga tepung terigu pada 9 Agustus 2022 melonjak 16,19% atau Rp 1.700 menjadi Rp12.200 dibandingkan 8 Januari 2022 yang masih di angka Rp10.500.


Sementara itu, Tradingeconomics mencatat, sesi perdagangan hari Selasa (9/8/2022), harga gandum naik ke US$7,81 per bushel. Harga gandum internasional sempat melambung ke US$12,77 per bushel di 17 Mei 2022, sebagai dampak memanasnya perang Rusia-Ukraina.

Editor: Amelia