DAERAH

Bakal Jadi Sasaran Bobotoh, Ratusan Polisi Jaga Gedung Graha Persib

Personel Polisi disiapkan guna mengantisipasi aksi Bobotoh Persib di depan Gedung Graha Persib, Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/8/2022). (Foto: Bagus Ahmad Rizaldi / Antara)
Personel Polisi disiapkan guna mengantisipasi aksi Bobotoh Persib di depan Gedung Graha Persib, Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/8/2022). (Foto: Bagus Ahmad Rizaldi / Antara)


BANDUNG - Personel polisi dari Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung mulai dikerahkan menjaga Gedung Graha Persib, untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa Bobotoh (suporter Persib Bandung) yang rencananya digelar hari ini, Rabu (10/8/2022).

Kapolsek Bandung Wetan, Kompol Asep Saepudin kepada wartawan, di depan Gedung Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jabar, Rabu (10/8/2022), mengataan, ada sekitar 450 personel yang diturunkan untuk berjaga-jaga selama aksi.

Para personel polisi itu mulai berjaga dan mempersiapkan sejumlah alat untuk melakukan pengamanan. Selain itu, polisi juga menyiapkan kendaraan taktis yang menjadi sumber suara untuk mengurai massa.

Meski begitu, arus lalu lintas di Jalan Sulanjana masih dibuka normal dan bisa dilalui masyarakat. Namun sementara ini warga yang ingin berkunjung ke Graha Persib, tidak bisa memarkirkan kendaraannya di halaman gedung karena ditutup oleh polisi.

Bobotoh rencananya menggelar aksi untuk memprotes performa Persib Bandung yang dianggap buruk di awal musim Liga 1.


Sementara itu, Viking Persib Club (VPC) menyatakan bakal ada sekitar 5.000 orang yang melakukan aksi di Gedung Graha Persib.

Humas Viking Persib Club Hendra Darmawan mengatakan ribuan orang yang akan datang itu berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

"Beberapa sudah menyewa bus untuk datang ke Bandung. Ada juga teman-teman dari Makassar, katanya sudah sampai di Jakarta," kata Hendra.

Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan VPC ke Polrestabes Bandung, disebutkan ada dua tuntutan yang akan disampaikan pada aksi tersebut.

Dua tuntutan itu yakni meminta Pelatih Persib Robert Alberts untuk berhenti dari kursi pelatih, serta meminta panitia penyelenggara lokal untuk memperbaiki sistem tiket pada pertandingan Persib.

Editor: Saeful Anwar