OLAHRAGA

Garuda Asia Harus Main Sabar

Semifinal Piala AFF U-16: Indonesia vs Myanmar

Laga Indonesia U-26 vs Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, Sabtu (6/8/2022). (PSSI)
Laga Indonesia U-26 vs Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, Sabtu (6/8/2022). (PSSI)


JAKARTA - Timnas Indonesia U-16 akan menjalani laga penentu ke partai puncak Piala AFF U-16 melawan Myanmar malam ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Garuda Asia tak boleh lengah dan harus bermain sabar agar bisa mewujudkan mimpi menjuarai turnamen kali ini.

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, mengatakan, skuad Garuda Asia perlu bermain lebih sabar, rapid an jangan melakukan kesalahan yang tidak perlu. Hal itu penting diterapkan pemain karena Myanmar merupakan tim yang terorganisasi dengan baik dan militan di lapangan. Mereka dinilai sebagai tim dengan semangat juang tinggi, sama seperti Vietnam dan Thailand.

Menurut Bima, anak-anak asuhnya mesti disiplin dan fokus, terutama ketika Myanmar mencoba untuk melakukan serangan balik.

"Pemain belakang harus tetap memerhatikan penyerang Myanmar. Kami tak boleh terlena ketika menyerang ke wilayah mereka," ujar Bima usai konferensi pers sebelum semifinal Piala AFF U-16 2022 di Sleman, Selasa (9/8/2022).

Juru taktik Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 itu optimistis dengan persiapan skuadnya menjelang pertandingan tersebut. Timnas U-16 menyiapkan mental, fisik dan taktik. Mereka pun telah mempelajari permainan Myanmar melalui rekaman video. Staf analis dan tim pelatih Indonesia juga sudah mengurai kelebihan serta kekurangan Myanmar.


"Kami mengantisipasi kelebihan dan kekurangan mereka. Semua pemain Myanmar bagus dan kami harus bekerja keras besok," kata Bima Sakti.

Bima mengatakan dirinya akan merotasi pemain untuk laga semifinal. Namun, dia tidak merinci siapa pemain yang akan mengisi daftar sebelas pertama saat menghadapi Myanmar, tetapi dia memastikan seluruh personel di timnya dalam kondisi siap tempur.

Hanya ada satu nama yang diprediksi bakal absen yakni Azzaky Esa Erlangga yang disebut kurang sehat. Sebelumnya, pemain berposisi sayap itu juga tak masuk dalam daftar susunan pemain Indonesia kala bersua Vietnam.

"Azzaky belum begitu fit. Akan tetapi saya tak khawatir karena semua pemain siap menghadapi Myanmar. Apalagi beberapa pemain kami dapat mengisi lebih dari satu posisi sehingga dapat dimanfaatkan untuk menambal kekurangan tim," tutur Bima. 

Bima juga sudah menyiapkan para penendang jika laga nanti harus diakhiri dengan adu penalti. Meski tidak menguraikan lebih lanjut mengenai para eksekutor itu, dia menyatakan Garuda Asia siap secara mental jika pemenang pertandingan harus ditentukan oleh adu tendangan penalti.

"Kami mau menang pada laga 90 menit," tegasnya.

Sementara, Pelatih Timnas Myanmar U-16, Aung Zaw Myo, menyebut laga melawan Indonesia akan berjalan sulit bagi skuadnya. Apalagi, Indonesia berstatus sebagai tuan rumah. 

Menurut dia, Timnas Indonesia memiliki sederet pemain yang berkualitas bagus. Kemampuan para personel Garuda Asia merata, sehingga dia harus menginstruksikan timnya untuk benar-benar fokus mengawasi pemain-pemain Indonesia.

Selain itu, Indonesia akan didukung oleh ribuan suporter di Stadion Maguwoharjo. Situasi demikian dianggap Aung menambah tantangan bagi timnya. Akan tetapi, dia juga mengingatkan bahwa riuh suporter di stadion juga dapat menekan mental pemain Indonesia. 

Meski demikian, dia menegaskan bahwa Myanmar siap melawan Indonesia. Aung Zaw juga tak mempermasalahkan sedikitnya waktu istirahat mereka dibandingkan sang lawan.

"Kami siap bertanding. Kami pun sudah menyiapkan mental dan fisik apabila laga harus berakhir dengan adu penalti," kata Aung.

Sebelum laga Indonesia vs Myanmar, di semifinal lainnya, juara Grup B Thailand akan menjajal kekuatan peringkat kedua terbaik fase grup, Vietnam, yang dimulai pukul 15.30 WIB.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Rabu, 10 Agustus 2022.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo