POLHUKAM

PEMILU 2024

Punya Pengalaman, Hanura Berpeluang Lolos ke Senayan

Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta (kiri) bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum, Hasyim Asy. (Foto: M Risyal Hidayat / Antara)
Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta (kiri) bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum, Hasyim Asy. (Foto: M Risyal Hidayat / Antara)


JAKARTA - Partai Hanura punya peluang besar untuk kembali lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen pada Pemilu 2024.

Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, Hanura punya potensi untuk lolos ke Senayan. Tentunya, kata pendiri Indonesia Political Review (IPR) ini, mesin partai yang dikomandoi Oesman Sapta itu harus bekerja keras untuk merebut hati dan suara rakyat.

Apalagi, kata Ujang, Hanura punya pengalaman gagal menembus ambang batas parlemen pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Belajar dari 2019, kata Doktor Ilmu Politik Universitas Al Azhar Indonesia itu, sudah cukup untuk dijadikan bekal Hanura untuk berlaga di pesta demokrasi 2024.

"Hanura punya instrumen. Tetapi persaingan semakin berat. Partai-partai baru juga makin banyak, agresif dan progesif dalam menantang partai lama. Jadi butuh kerja keras," ujar Akademisi yang karib disapa Kang Ujang itu, saat diwawancarai Info Indonesia, Kamis (11/8/2022).

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta mengatakan, para kader dan jajaran pengurus pada semua tingkatan untuk bekerja keras agar bisa memenuhi angka parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen 4 persen.


"Target kita sederhana, masuk dulu parlemen dengan kader-kader yang ada," kata Oesman Sapta kepada wartawan, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022).

Tokoh asal Kalimantan Barat (Kalbar) itu menargetkan partainya untuk fokus menggarap pemilih milenial pada Pemilu 2024. Sebab, menurut dia, terdapat 60 persen suara kaum milenial pada pemilu 2024. Dia berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di pemilu mendatang.

“Kita ingin maju, dan adik-adik kita milenial-milenial itu harus memilih pemimpinnya di masa mendatang. Karena 60 persen pemilih 2024 itu milenial. Jadi, anak-anak muda itu sangat penting,” kata Ketua DPD RI 2014-2019 ini.

"Jadi, Anda wajib menggunakan hak pilih itu. Jangan lupa, pada tanggal 20 tahun 2024 itu betul-betul harus menggunakan haknya ya."

Diketahui, Pemilu 2019 Hanura gagal mengirimkan kadernya ke Senayan. Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta mengungkapkan penyebab partainya gagal lolos ambang batas parlemen karena tindakan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto.

"Jadi ada yang bertanya, kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto bukan saya. Dia yang membuat kalah kok," kata Oesman Sapta dalam acara buka puasa bersama Presiden Jokowi, di kediamannya, Jalan Karang Asem, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Namun, dia tidak menjelaskan apa peran Wiranto hingga menyebabkan Hanura tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Dia menegaskan bahwa tidak masalah jika partai yang dipimpinnya kalah di Pemilu 2019, namun yang terpenting pasangan capres-cawapres yang diusung Hanura menang Pemilu Presiden yaitu Jokowi-Ma'ruf.

"Biar Hanura kalah, tapi presidennya menang," ujarnya.

Oesman menegaskan seluruh DPD Partai Hanura se-Indonesia solid mendukung dan bergerak memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Editor: Saeful Anwar