POLHUKAM

Gara-gara Presidential Threshold Bibit Unggul Susah Muncul

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, tiba di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (12/8/2022). (Info Indonesia/Akbar Budi P)
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, tiba di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (12/8/2022). (Info Indonesia/Akbar Budi P)


JAKARTA - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, mengeluhkan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) sebesar 20 persen. 

Menurut dia, norma yang diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu itu memberikan peluang kepada oligarki untuk berkuasa. 

"Jadi memang gara-gara yang 20 persen threshold itu, memang seperti kata para pengamat yang tajam itu akan melestarikan 6L, itu lagi lagi lu lagi lagi lu," kata Amien usai mendaftarkan Partai Ummat di Komisi Pemilihan Umum RI, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Dia mengatakan, seharusnya ambang batas pencalonan presiden ditiadakan atau nol persen. Dengan begitu, akan memunculkan calon pemimpin baru yang lebih kompeten untuk bangsa ini.

"Nah karena itu memang kalau bisa di-nol persen-kan. Siapa tahu ada bibit unggul yang brilian, yang luar biasa akan muncul," jelas Amien.


Mantan Ketua MPR RI itu menilai jika pada Pilpres 2024 hanya ada dua pasangan calon akan menimbulkan polarisasi seperti yang terjadi pada 2019. Dengan begitu, menurut Amien, pilpres mendatang akan semakin berat. 

"Kalau cuma dua ini kan makin pecah gitu ya," ujarnya. 


Video Terkait:
Partai Ummat: Ngabalin Seperti Dukun
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo