POLHUKAM

Soal Judicial Review, Din Syamsudin: MK Kehilangan Kepercayaan Rakyat

Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Din Syamsudin. (Info Indonesia)
Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Din Syamsudin. (Info Indonesia)


JAKARTA - Partai Pelita belum niatan untuk mengajukan Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK) menyoal ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) 20 persen. 

Menurut Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Din Syamsudin, masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap MK. Pasalnya, sudah beberapa kelompok masyarakat yang mengajukan Jr soal PT tersebut. Namun, seluruhnya ditolak oleh MK.

"Belum terpikirkan karena sudah banyak yang mengajukan, dan MK menolak nyaris banyak dari kita kehilangan kepercayaan pada MK," kata Din Syamsudin usai mendaftarkan Partai Pelita sebagai calon peserta pemilu serentak 2024 di Kantor KPU RI, Jalam Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2022). 

Memang, kata dia, sistem politik dan pemilu di tanah air harus dikembalikan pada nilai-nilai kebangsaan dan berdasarkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945. Kata dia, saat ini Partai Pelita sedang memperjuangkan hal tersebut.

"Kami berjuang kesana," kata dia.


Dia juga menilai, kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sebab, rakyat masih banyak yang mengalami kesulitan ekonomi. Maka dari itu, Partai Pelita berharap di pemilu mendatang terjadinya revolusi.

"Saya pribadi yang konsern prihatin dengan kehidupan kebangsaan, kenegaraan kita ini meyakinkan tidak ada jalan lain kecuali revolusi," tegas dia.

Editor: Amelia