DAERAH

Bandingkan Khilafah dan Pancasila, Penceramah Ini Dilaporkan PDIP

PDIP NTB melaporkan penceramah Achmad Zen ke polisi. (Info Indonesia)
PDIP NTB melaporkan penceramah Achmad Zen ke polisi. (Info Indonesia)


MATARAM - Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi melaporkan KH Achmad Zen ke Polda NTB, jelang akhir pekan kemarin.

Pengaduan dengan nomor 01/EX/BBHAR-DAERAH/ NTB/2022 tersebut diterima Kantor Satelit Investigasi Kejahatan Dunia Maya atau Cyber Crime Investigation Satellite Office Polda NTB.

"Pengaduan ini kami lakukan ke Polda NTB karena apa yang disampaikan oleh KH Achmad Zen dalam video ceramahnya termasuk bentuk penyimpangan sejarah dan berita tidak benar atau berita bohong," ujar Ketua BBHAR DPD PDIP NTB Suhaimi melalui keterangan tertulis yang diterima Info Indonesia, Senin (15/8/2022). 

Dia mengatakan, pelaporan itu dilakukan menyusul beredarnya video ceramah KH Achmad Zen melalui akun media sosial YouTube. Dalam video tersebut KH Achmad Zen yang tengah duduk di tengah-tengah jamaah berbicara soal asal Pancasila. 

“Pancasila dari siapa? Bukan dari kesepakatan ulama. Itu buatan Soekarno, yang kemudian dijual ke umat ‘ini loh kesepakatan ulama’. Demi Allah itu bukan buatan ulama, itu pengkhianatan Soekarno. Saya tanggung jawab!” ujarnya dalam video tersebut.


Dia juga membandingkan Pancasila dengan khilafah. Dia menyebut, khilafah dan syariat berasal dari Allah dan dapat menyelesaikan persoalan. Sedangkan, menurutnya, Pancasila tidak bisa.

Suhaimi mengatakan, dengan laporan tersebut, PDIP meminta agar Polda NTB segera melakukan penyelidikan dan penyidikan serta memanggil KH Achmad Zen untuk memberi keterangan terhadap ucapannya dalam video.

Laporan itu dibuat karena video tersebut telah beredar luas di masyarakat dan bisa memicu gesekan dan gejolak sosial. Karena itu, laporan yang diajukan PDIP bagian dari upaya mencegah agar gejolak dan gesekan sosial tersebut tidak sampai terjadi.

"Dengan pelaporan ini kami ingin persoalan ini menjadi ranah kepolisian. Soalnya, video ini sudah beredar secara luas melalui media sosial di tengah-tengah masyarakat," jelas Suhaimi

Dia menekankan, menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat adalah merupakan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sejauh ini, tidak banyak informasi terkait sosok KH Achmad Zen. Penceramah ini dikenal sebagai seorang ustadz di kawasan Cikampek, Jawa Barat, dan tercatat sebagai mudir atau pemimpin Pondok Pesantren Al-Husna Cikampek.

Dalam laman resmi Pesantren Al-Husna, pesantren ini didirikan sejak tahun 1997 di bawah naungan Yayasan Dasar el Husna. Pesantren memiliki program pendidikan terpadu selama 7 tahun. 

Achmad juga aktif mengunggah ceramah atau tausyiahnya di sosial media YouTube. Dia bahkan memiliki kanal YouTube sendiri bernama Ahmad Zen el-Husna. Kanal YouTubenya itu mengunggah ceramah dengan berbagai tema, yang kerap kontroversial.


Video Terkait:
Suami Pergoki Istrinya Bercinta dengan Oknum Anggota DPRD
Editor: Amelia