POLHUKAM

Surya Darmadi Tiba di Kejagung

Tersangka kasus korupsi penguasaan lahan sawit, Surya Darmadi tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (15/8/2022). (Foto: Putu Indah Savitri / Antara)
Tersangka kasus korupsi penguasaan lahan sawit, Surya Darmadi tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (15/8/2022). (Foto: Putu Indah Savitri / Antara)


JAKARTA - Tersangka kasus korupsi penguasaan lahan sawit, Surya Darmadi alias Apeng, tiba di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (15/8/2022), pukul 13.56 WIB.

Kuasa Hukum Surya Darmadi, Juniver Girsang mengatakan, kedatangan kliennya untuk memenuhi panggilan dan mengikuti semua proses di Kejaksaan, maupun di lembaga penegak hukum yang lain.

"Sesuai dengan janji kami, bahwa tanggal 15 (Senin), klien kami, Surya Darmadi alias Apeng, memenuhi panggilan," kata dia kepada wartawan, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta.

Juniver menegaskan soal kliennya kabur, tidak benar. Karena terbukti Surya Darmadi datang ke Kejaksaan Agung. "Ada informasi yang menyatakan bahwa dia selama ini kabur, itu tidak benar. Dengan kehadiran ini membuktikan bahwa klien kami sangat kooperatif."

Surya Darmadi datang dari Taipei, China, dan tiba di Indonesia, Senin, sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, Darmadi menuju Kejagung untuk menjalani pemeriksaan. Pemilik Duta Palma Group itu ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penguasaan lahan sawit karena merugikan negara hingga Rp78 triliun.


Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana mengatakan tim penyidik telah melayangkan panggilan secara patut kepada Surya Darmadi sebanyak tiga kali.

Pertama, surat panggilan itu dikirimkan ke kediaman Surya Darmadi di Jalan Bukit Golf Utama PE. 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kedua, surat panggilan dikirimkan ke lantai 22 Kantor Duta Palma Group di Palma Tower di Jalan R.A. Kartini III-S Kavling 6, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Ketiga, surat panggilan dikirimkan ke apartemen Surya Darmadi di Singapura yang beralamat di 21 Nassim Road # 01-18 Nassim Park Residence. Selain itu, surat pemanggilan juga diumumkan di sejumlah surat kabar.

Surya Darmadi juga telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka pemberi suap dalam kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan tahun 2014. KPK telah memasukkan Surya Darmadi ke daftar pencarian orang (DPO) sejak 2019.

Editor: Saeful Anwar