POLHUKAM

2.093 Narapidana di NTB Dapat Remisi, Lima Orang Langsung Bebas

Gubernur NTB, Zulkeiflimansyah, didampingi Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Romi Yudianto, saat menyerahkan remisi kepada narapidana di Mataram. (Info Indonesia/Lalu Suparman Ambakti)
Gubernur NTB, Zulkeiflimansyah, didampingi Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Romi Yudianto, saat menyerahkan remisi kepada narapidana di Mataram. (Info Indonesia/Lalu Suparman Ambakti)


MATARAM - Sebanyak 2.093 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapatkan remisi umum Peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Barat.

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Romi Yudianto, mengatakan, remisi umum diberikan kepada WBP pidana umum dan pidana khusus sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 99/2012 terdiri atas dua kategori yaitu Remisi Umum Sebagian atau RU-I dan Remisi Umum Bebas atau RU-II 

"Sebanyak 2.088 orang narapidana dan anak mendapatkan Remisi Umum Sebagian tetapi masih menjalani sisa pidana," kata Romi di Mataram, Rabu (17/8/2022)

Untuk Remisi Umum Bebas diberikan kepada narapidana yang langsung menghirup udara bebas pada saat pemberian remisi.

"Pada tahun ini lima orang narapidana dari pidana umum," kata Romi.


Dia menjelaskan, remisi umum HUT RI diberikan kepada seluruh narapidana dan anak yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F atau buku catatan pelanggaran disiplin narapidana. Kemudian aktif mengikuti program pembinaan di Lapas, Rutan atau LPKA.

Pada pemberian remisi tahun 2022, Lapas Kelas II A Mataram menyumbang jumlah penerima Remisi Umum terbanyak yaitu 789 narapidana. Sementara narapidana penerima Remisi Umum lainnya tersebar di Lapas, Rutan dan LPKA jajaran Kanwil Kemenkumham NTB yaitu Lapas Kelas II A Sumbawa sebanyak 391 narapidana, Lapas Kelas II B Dompu (232), Lapas Kelas II B Selong (241). Untuk Lapas Terbuka Kelas II B Lombok Tengah (55), LPKA Kelas II Lombok Tengah (46), Lapas Perempuan Kelas III Mataram (111), Rutan Kelas II B Praya (126) dan Rutan Kelas II B Raba Bima (102).

"Saya secara pribadi dan mewakili Kementerian Hukum dan HAM ikut mendoakan agar warga binaan yang mendapat remisi nantinya setelah bebas, bagi yang langsung bebas, bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Saya juga mengharapkan agar masyarakat dapat menerima anggota masyarakat mantan warga binaan yang kembali ke tengah-tengah masyarakat karena peran masyarakat juga tidak kalah pentingnya dalam menjadikan para warga binaan setelah kembali ke masyarakat," jelas Romi.


Video Terkait:
Penyelenggaraan MotoGP Indonesia Diundur
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo