POLHUKAM

Elite Sibuk Cari Capres, Lupa Dengan Kriteria

Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi. (Info Indonesia)
Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi. (Info Indonesia)


JAKARTA - Partai Ummat tidak ingin membahas lebih dalam mengenai pemilihan presiden (pilpres) 2024. Pasalnya saat ini Partai Ummat menilai, publik hanya disuguhkan oleh elite nama-nama dari beberapa figur yang digadang-gadang sebagai calon presiden.

Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi mengatakan, seharusnya para elite lebih cerdas dalam berpolitik. Baiknya, publik disuguhkan dengan kriteria-kriteria yang diinginkan untuk menjad pemimpin bangsa Indonesia. 

"Kita ingin mengajak masyarakat fokus pada kriteria dulu deh. Hampir belum ada yang bahas kriteria. Langsung melempar nama. Jadi, seakan-akan pemimpin nasional ini ditentukan dengan hal populartas yang ada di sosmed yang bisa mengecoh," kata Ridho kepada redaksi Info Indonesia pada akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pemimpin Indonesia yang akan datang harus memilik rekam jejak yang jelas. Selain itu, memahami kesulitan yang sedang dirasakan oleh seluruh masyarakat di tanah air. Tidak hanya itu saja, pemimpin 2024 harus dipilih berdasarkan portofolio. 

"Kalau tidak dipilih berdasarkan portofolio yang jelas, tidak dipilih berdasarkan pemahaman akan kebutuhan mutlak bangsanya, atau tujuan negeri ini, tentang kebudayaan, keanekaragaman di negeri ini, kalau dia tidak paham, kemudian dipilih berdasarkan sosmed, citra saja nanti dia harus memimpin, bagaimana negeri ini ?" jelas Ridho.


Pria lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) itu menyebut, koalisi yang saat ini sudah dibangun partai-partai besar tidak pernah memunculkan gagasan mengenai tujuan Indonesia di masa yang akan datang. 

"Adakah koalisi gagasan, pernah kah mereka melempar gagasan, mengapa menyalonkan ini dan itu," ucap Ridho.

Partai Ummat, kata Ridho, tidak tertarik dengan koalisi yang enggan memberikan gagasan dan pendidikan politik kepada publik. Kendati begitu, Partai Ummat selalu memperhatikan peta politik yang terjadi. Ridho mengatakan, Partai Ummat akan memberikan warna pembeda pada pemilu 2024.

"Jadi kalau memang koalisi seperti itu, kita tidak tertarik gitu ya," pungkas pria lulusan Johannes Kepler itu.


Video Terkait:
Partai Ummat: Ngabalin Seperti Dukun
Editor: Amelia