POLHUKAM

Partai Ummat Belum Kasak-kusuk Soal Capres

Partai Ummat. (Net)
Partai Ummat. (Net)


JAKARTA - Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi mengaku belum ada pembahasan mengenai calon presiden yang bakal didukung partainya pada pemilihan presiden di 2024.

"Belum ada pembicaraan formal. Artinya itu kan harus forum formal Majelis Syura dan melibatkan DPP. Tapi memang belum ada sama sekali," kata Ridho kepada redaksi Info Indonesia, pada akhir pekan kemarin.

Kendati begitu, Partai Ummat terus mengamati figur-figur yang muncul pada bursa calon presiden. Dia mengungkapkan, sampai saat ini memang belum ada figur yang masuk kedalam kriteria Partai Ummat.

"Tapi kalau obrolan ya lagi duduk di ruangan, sambil makan, tentu kita mengamati," ujar Ridho.

Dia mengatakan, Presidential Threshold (PT) 20 persen itu membuat figur-figur yang muncul hanya itu-itu saja. Tidak ada perubahan. Seakan, figur-figur yang lain tidak diberi kesempatan.


"Karena kita ingin lepas dari kalau Bapak (Amien Rais) kita ingin lepas dari gejala 6L lagi-lagi lu, lagi-lagi lu. Kita ingin punya alternatif pemimpin yang luas yang banyak," jelas Ridho.

"Sehingga nanti portofolio yang bisa ditawarkan pada masyarakat. Kalau dengan 20 persen itu kan 6L tadi," sambungnya.

Meski begitu, Partai Ummat juga memiliki semangat yang cukup untuk bisa lolos Parliamentary Threshold sebesar 4 persen. Agar di pemilu berikutnya, partai besutan Amien Rais itu bisa mengajukan calon pemimpin yang dapat mewakili aspirasi masyarakat.

"Ada semangat juga sesungguhnya ini terlepas dari PT 20 persen dan segala macam. Berasumsi seandainya bisa juga tentu senang untuk bisa mengutamakan kader internal, kader dalam negeri," kata Ridho.

"Kita tau persis yang berjuang dari awal kita tau portofolionya gitu, kenal gitu. Kalau ada kader potongannya pas ya mengapa tidak, kita dukung punya jaitan yang kira-kira pas," demikian Ridho.


Video Terkait:
Partai Ummat: Ngabalin Seperti Dukun
Editor: Amelia