DAERAH

Kasus Korupsi KPA Tak Pengaruhi Operasional Bank DKI

Bank DKI. (Net)
Bank DKI. (Net)


JAKARTA - Kasus korupsi pemberian Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tunai bertahap kepada PT Broadbiz Tahun 2011, tidak mempengaruhi operasional dan pelayanan Bank DKI.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangannya kepada media, di Jakarta, Rabu (31/8/2022) mengatakan, Bank DKI bersikap menghormati proses hukum terkait kasus yang sudah tahap putusan sidang tersebut, dengan menghukum dua eks Kepala Cabang Bank DKI selama empat tahun penjara.

"Kami tunduk dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku dan menghormati seluruh keputusan yang telah dikeluarkan dari perangkat hukum," kata Herry.

"Hal ini sama sekali tidak berpengaruh terhadap operasional dan layanan perbankan Bank DKI."

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada dua eks kepala cabang Bank DKI yakni M Taufik dan Joko Pranoto atas tindak pidana korupsi pada pemberian fasilitas KPA tunai itu.


Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Bani Immanuel Ginting mengatakan, sidang putusan tersebut digelar pada hari, Rabu (10/8/2022) terhadap tiga tersangka, yakni eks Kepala Cabang Pembantu Bank DKI Muara Angke, M. Taufik; eks Kepala Cabang Bank DKI Permata Hijau Joko Pranoto dan pihak swasta atau eks Direktur Utama PT Broadbiz Asia Robby Irwanto.

"Putusan telah dibacakan Majelis Hakim pada Rabu (10/8). Kemudian kami masih menunggu kelanjutannya karena Jaksa Penuntut Umum diberikan waktu selama tujuh hari untuk mengajukan banding atau menerima putusan itu," kata Bani saat dikonfirmasi.

Majelis Hakim juga mengenakan hukuman denda kepada masing-masing eks kepala cabang Bank DKI tersebut sebesar Rp200 juta.

Sementara itu, terdakwa Robby Irwanto divonis kurungan penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp500 juta serta membayar uang pengganti sebesar Rp39,15 miliar.

"Jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut," kata Bani.

Ketiga tersangka dijerat pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun dalam perkara ini, dua eks pimpinan cabang Bank DKI terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit pemilikan KPA Tunai bertahap kepada PT Broadbiz Asia pada kurun waktu 2011 sampai 2017 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp39 miliar lebih.

Editor: Saeful Anwar