EKONOMI

Pertambangan Nasional Tidak Boleh Tertinggal

Teknologi 5G Smart Mining PTFI

Menteri BUMN, Erick Thohir. (Net)
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Net)


JAKARTA - Presiden Joko Widodo meluncurkan teknologi 5G Smart Mining di wilayah Tambang Grasberg, Mimika, Papua, Kamis (1/9/2022). Teknologi pada pertambangan milik PT Freeport Indonesia (PTFI) itu disebut dapat menurunkan biaya operasional hingga 40 persen.

Menteri BUMN, Erick Thohir, menjelaskan, teknologi yang sama sudah diterapkan di Amerika Serikat, Swedia, China, dan Rusia. Melalui perhitungan "mining dilution", pemanfaatan teknologi 5G dalam pertambangan dapat meningkatkan produksi hingga 25 persen, penurunan biaya operasional pengeboran 40 persen, dan penghematan energi hingga 20 persen.

Menurut dia, inovasi pada sektor pertambangan tidak hanya melalui hilirisasi, tetapi juga pada digitalisasi dengan pemanfaatan teknologi 5G Mining atau pertambangan 5G. Yakni konsep untuk mengoptimalkan pertambangan dengan implementasi kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), learning machine, hingga big data.

Kegiatan pertambangan ini dilakukan melalui teknologi canggih yang dikendalikan dari jarak jauh. Salah satunya menggunakan 5G smart drone monitoring. Operasional teknologi 5G Smart Mining milik PTFI ini merupakan teknologi pertama yang diterapkan di Asia Tenggara.

Teknologi 5G mining sendiri merupakan hasil kerja sama antara Telkom Group dengan PTFI yang bertujuan mendukung otomatisasi dan kendali jarak jauh. Serta meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas pertambangan di PTFI.


Ke depan, Kementerian BUMN berencana untuk menerapkan teknologi pertambangan 5G pada seluruh perusahaan holding pertambangan (Mind ID). Yakni PT Antam, PT Bukit Asam, PT Inalum, dan PT Timah.

"Kami minta akan kami coba 'benchmarking' di seluruh grup mind ID, tidak hanya operasionalnya, tapi juga digitalisasinya agar Mind ID ke depan sebagai 'holding company' pertambangan bisa lebih efisien," kata Erick.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, sektor pertambangan nasional tidak boleh tertinggal dengan negara lain dan harus mampu bersaing di segala sektor yang kian terdigitalisasi.

Jokowi menekankan, Indonesia membutuhkan intervensi teknologi untuk memajukan sektor pertambangan, yang umumnya berada di daerah-daerah terpencil dan sulit terjangkau, serta dengan tantangan geografis dan konektivitas yang tidak mudah.

"Hari ini kita buktikan bahwa kita telah bergerak lebih maju dengan menerapkan 5G smart mining pertama di Asia Tenggara oleh PTFI yang didukung PT Telkomsel, dalam rangka mendukung otomatisasi dan kendali jarak jauh serta meningkatkan keselamatan kerja dan untuk produktivitas pertambangan PTFI," jelasnya.

Presiden meyakini teknologi tersebut akan membuat PTFI semakin diperhitungkan di tingkat global. Selain itu, bisa menghasilkan SDM berkualitas yang bisa berkontribusi lebih besar bagi sektor pertambangan nasional.

Presiden juga mengapresiasi teknologi 5G Smart Mining pada kegiatan pertambangan milik PTFI yang dioperasikan 99 persen oleh tenaga kerja lokal, khususnya warga asal Papua.

"Yang saya senang 99 persen dari total karyawan yang tadi mengendalikan, mengoperasionalkan itu asli Indonesia, khususnya dari tanah Papua," kata Presiden.

Presiden juga mengapresiasi kontribusi signifikan PTFI yang mencapai 68 persen bagi perekonomian Kabupaten Mimika. Dengan kontribusi itu, Freeport juga memberikan sumbangsih yang besar bagi perekonomian di Tanah Papua.

Sementara, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan, 5G Mining menjadi bagian teknologi digital canggih yang menjadi payung besar perusahaannya.

"Tambang bawah itu tanah itu sarat dengan teknologi. Dan kami payung besarnya advanced digital technology yang kami terapkan di tambang bawah tanah kami dan di antaranya ada fiber optik, wifi dan 5G," kata Tony.

Tony sependapat dengan pernyataan Presiden Jokowi yakni agar sektor pertambangan tak terlena, sehingga terlambat beradaptasi dengan teknologi. Menurut dia, perusahaannya berkomitmen menerapkan teknologi baru yang tersedia demi mencapai produksi yang berkelanjutan.

"Jadi, apapun teknologi yang tersedia, yang baru akan kita coba terapkan demi mencapai produksi yang sustainable, safe production," tutur dia.

Tony mengapresiasi hadirnya Presiden dalam acara peluncuran teknologi 5G pertama di sektor pertambangan itu. Menurut dia, kehadiran Presiden berada di momentum yang tepat, yakni saat perusahaannya sudah mampu meningkatkan kapasitas produksi.

"PT Freeport Indonesia sudah berhasil meningkatkan produksinya mencapai 100 persen kapasitas produksi dari tambang bawah tanah yang terbesar di dunia," pungkasnya.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Jumat, 2 September 2022.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo