POLHUKAM

PEMILU 2024

Pemilu 2024: The Last Battle

Wawancara Khusus Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono.

Agus Jabo (mengenakan topi adat Papua, kanan) bersama massa pendukung Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) saat mendaftar sebagai Partai Politik Calon Peserta Pemilu Tahun 2024, di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (1/8/2022). (Dok. PRIMA)
Agus Jabo (mengenakan topi adat Papua, kanan) bersama massa pendukung Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) saat mendaftar sebagai Partai Politik Calon Peserta Pemilu Tahun 2024, di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (1/8/2022). (Dok. PRIMA)


JAKARTA - Rumah dua lantai di bilangan Rawasari, Jakarta Pusat, itu terlihat lengang. Di pekarangan berdiri plang bertulis Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Adil Makmur (DPP PRIMA).

Saat Info Indonesia berkunjung, hanya ada beberapa anggota partai yang berjaga. Salah satunya Alif Kamal, yang menjabat wakil ketua umum. 

"Ketum (ketua umum) masih di jalan," ucap Alif. Sosok ketua umum yang dimaksud adalah Agus Jabo Priyono. 

Agus Jabo dan Alif Kamal, dua nama yang tidak asing di telinga para pentolan gerakan reformasi 1998. 

Jauh sebelum mendirikan PRIMA, keduanya bergerilya politik di Partai Rakyat Demokratik (PRD). Agus Jabo pernah menjabat ketua umum partai terlarang di masa Orde Baru itu. 


"Kawan-kawan sedang sibuk melengkapi syarat administrasi, mereka menyebar di beberapa titik. Pekerjaan berat, kami terus berkoordinasi soal kendala-kendala di Sipol (sistem informasi partai politik)," ungkap Alif. 

Jaringan kuat para eks aktivis PRD di daerah-daerah menjadi salah satu fondasi berdirinya PRIMA. Mereka bergandengan dengan serikat buruh, pelaku UMKM, kaum profesional, hingga kelompok muda atau pemilih pemula. 

Buah kerja keras para kader cukup menggembirakan. PRIMA sejauh ini menjadi satu dari 24 parpol calon peserta Pemilu 2024 yang dinyatakan lolos ke tahap verifikasi administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU). 

"PRIMA ini kami dirikan untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Proklamasi. Ada dua hal. Pertama, menjadikan Indonesia berdikari. Kedua, menjadikan Indonesia yang adil makmur," ucap Agus Jabo yang baru tiba di ruang kerjanya. 

Berikut kutipan wawancara khusus Pemimpin Redaksi Info Indonesia, Aldi Gultom, dengan Ketua Umum PRIMA, Agus Jabo Priyono. 

Bagaimana cerita singkat PRIMA berdiri dan siapa saja yang menjadi pelopornya?

PRIMA dideklarasikan pada 1 Juni 2021. Sebenarnya motornya itu adalah para aktivis yang selama ini berjuang mendampingi masyarakat baik itu petani, buruh, kaum miskin di daerah-daerah. Harus diakui yang menjadi pelopor memang teman-teman (aktivis) 98. 

Mayoritas mereka adalah mantan anggota PRD?

Lebih tepatnya adalah mereka yang tidak mau terafiliasi atau bergabung dengan partai partai politik yang ada. PRD hanya salah satu unsur di dalam PRIMA, saya sendiri dulu ketua umum PRD. Mereka sama-sama memiliki kegelisahan terhadap kondisi bangsa negara.

Tidak ada tokoh-tokoh politik besar atau pengusaha besar di baliknya?

PRIMA adalah partai rakyat biasa yang dimotori para aktivis, yang mewadahi semua unsur ke-Indonesiaan. Perekrutan kami salah satunya melalui aplikasi, dan sudah ribuan orang mendaftar lewat situ. Kami ada datanya.

Anda bilang PRIMA ingin mewujudkan cita-cita Proklamasi. Sejauh ini kita belum mengarah ke sana?

Pertama soal negara berdikari. Berdikari dalam pemahaman kami itu berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan punya kepribadian. Nyatanya, Indonesia saat ini mengalami kerusakan besar, yaitu kerusakan kultural dan kerusakan struktural. 

Karena kultur kita yang menjadikan struktur kita rusak, kita jadi kehilangan kedaulatan, kehilangan kemandirian, kehilangan kepribadian. Itulah latar belakang PRIMA didirikan.

Bagaimana dengan cita-cita Indonesia adil dan makmur?

Kita juga kehilangan itu, padahal para pendiri bangsa menyatakan Indonesia kita dirikan agar berdikari dan adil makmur. Sampai sekarang kedua cita-cita itu tidak terwujud.

Siapa yang paling bertanggung jawab?

Karena sistem politik kita adalah sistem yang didukung partai politik maka yang paling bertanggung jawab adalah partai politik. Mereka yang membangun sistem ini, lewat regulasi-regulasi yang dihasilkan undang-undang yang diputuskan parlemen. 

Partai-partai politik tidak mampu mewujudkan apa yang menjadi semangat kemerdekaan, cita-cita proklamasi. Kalau diteruskan, Indonesia ke depan akan sangat berbahaya. Baik itu menyangkut eksistensi negara maupun menyangkut persoalan kemanusiaan. 

Kalau kita terus ada di luar sistem maka kita tidak bisa memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan-persoalan kebangsaan.

Sebagian rakyat sudah antipati terhadap parpol, Anda malah bikin partai baru.. 

Kita sangat sadar banyak orang tidak mau membuat partai politik. Membutuhkan dana yang sangat besar terutama sumber daya uang. 

Kami ingin menggugurkan tesis itu. Untuk membangun satu partai politik sebagai pilar kenegaraan itu tidak harus tergantung uang. Membangun partai tidak harus berduit banyak dan kami sudah membuktikan itu. Kami coba mereorganisasi jaringan sebelumnya dengan cara gotong royong untuk melengkapi syarat-syarat kepartaian sesuai undang-undang, ternyata dari proses kemarin di Sipol kita bisa. 

Jadi, PRIMA juga ingin membantah anggapan butuh banyak uang untuk berpartai?

Tesis membangun partai membutuhkan duit banyak itu hanya buatan oligarki supaya partisipasi politik masyarakat untuk ikut proses politik, dalam pengambilan keputusan, itu orang takut. 

Kami sudah membuktikan bahwa dengan bergotong royong dan usaha yang keras kita mampu membangun partai politik, walau hanya bermodalkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Indikatornya jelas, KPU kemudian secara formal mengakui bahwa syarat-syarat Sipol kami diterima. Tidak harus menggunakan uang banyak.

Saat ini apa perkembangan terakhir dari verifikasi administrasi?

Kalau Sipol kan sudah selesai, kemudian KPU sedang melakukan verifikasi administrasi. Verifikasi administrasi itu kan sebetulnya mengkonfirmasi ke partai-partai politik apakah data di sipol yang sudah diserahkan kepada KPU itu benar atau tidak. Kalau dalam unsur kepartaian itu mereka punya kantor ada pengurusnya dan 30 persen itu harus perempuan, apakah sudah memenuhi syarat-syarat dan segala macamnya. Kami sedang dalam proses itu.

Dalam laporan-laporan yang disampaikan tim IT yang terlibat proses verifikasi dan LO, untuk sementara Insya Allah PRIMA aman. Kami sangat siap untuk masuk ke verifikasi faktual. 

Partai orang-orang biasa, tapi punya keberanian luar biasa. Punya target luar bisa di Pemilu 2024?

Bagi kami politik elektoral 2024 ini adalah the last battle. Bagi aktivis 98, ini pertempuran terakhir, momentum yang sangat krusial untuk berjuang dalam arena elektoral. Tidak hanya berjuang, tidak hanya ikut, tapi harus menang. 

Menang berarti lolos masuk DPR RI?

Menang itu artinya melampaui parliamentary threshold 4 persen. Kita orang yang tahu diri, realistis bahwa kesadaran masyarakat itu belum sepenuhnya rasional. Feodalisme dalam politik masih kuat. 

Di sisi lain, dari berbagai macam hasil survei, rata-rata menyatakan bahwa masyarakat yang terafiliasi ke dalam parpol itu hanya sekitar 14 persen. Sisanya 86 persen itulah harapan kita, yaitu mereka yang belum terafiliasi ke parpol.

Saya menyampaikan ke teman-teman bahwa kita harus melampaui 4 persen sebagai syarat lolos parlemen, itu saja dulu. Kalau kita memang punya keinginan untuk mewujudkan Indonesia berdikari adil dan makmur, Pemilu 2024 momentum bagi kekuatan perubahan. Kita berjuang di dalam sistem, di parlemen, di dalam rangka memengaruhi proses penyusunan dan pembuatan regulasi. 

Ada strategi khusus untuk mencapai itu?

Kami sudah petakan daerah mana saja yang nanti menjadi prioritas, sudah memetakan kekuatan kita di mana, sudah menghitung bagaimana potensi sumber daya yang kami siapkan untuk memenangkan itu.

Dalam konteks bursa pencalonan Pilpres 2024, bagaimana sikap PRIMA?

Sekarang tokoh-tokoh yang muncul di survei-survei itu kan hanya dilihat publik dari media sosial seperti Instagram atau Tiktok, mereka hanya menonjolkan sisi personal tanpa menunjukkan gagasan apa yang mau ditawarkan. Sedangkan PRIMA selalu mengukur kualitas dari calon-calon pemimpin itu dari gagasannya. 

PRIMA belum punya kandidat untuk didukung?

Menurut kami, mestinya orang-orang yang menjadi capres adalah ketua umum partai. Logikanya kan begitu, siapa yang ingin menjadi presiden harus berpartai di Indonesia. Kalau tidak berpartai enggak bisa. Nah, ketua umum menjadi representasi dari ide-ide partainya.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Jumat, 9 September 2022.


Video Terkait:
Mendagri Tegaskan Pemilu 2024 Tetap Berlangsung
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo