POLHUKAM

Said Iqbal: Buruh Punya Hak Minta Kenaikan Upah 13 Persen

Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Net)
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Net)


JAKARTA - Partai Buruh menyayangkan, kenaikan harga BBM yang diikuti kenaikan harga kebutuhan sehari-hari tidak diimbangi dengan kenaikan upah buruh. Bahkan sejauh ini, tampak belum ada tanda-tanda kenaikan upah buruh. 

"Biang keladi tidak naiknya upah selama 3 tahun berturut-turut, Menteri Tenaga Kerja memasuki tahun keempat tidak menaikkan upah," kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal saat konferensi pers secara daring, Sabtu (17/9/2022).

Dia menjelaskan, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah tidak memahami persoalan yang saat ini melanda para buruh. Selain itu, Ida tidak melindungi para pengusaha "hitam".

"Inilah Menteri Tenaga Kerja Terburuk sepanjang Republik Indonesia," tegas Said.

Lebih lanjut dia menjelaskan, inflasi saat ini berada di tingkat 7 persen dan perkiraan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5 persen hingga 5 persen. Jadi total dari keduanya sekitar 12,5 persen.


Karena itulah, sambungnya, para buruh memiliki hak untuk meminta kenaikan upah sebesar 13 persen. Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar dan rasional. 

Namun dia menyayangkan sikap Menteri Tenaga Kerja yang menyatakan tidak akan menaikan upah para buruh.

"Menteri tidak punya hati, menteri yang tidak memahami persoalan, dan menteri terburuk sepanjang republik," tegasnya.

Editor: Amelia