POLHUKAM

Demokrat-PDIP Makin Panas, SBY dan Megawati Tidak Ada Tanda Akan Cair

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Net)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Net)


JAKARTA - Hubungan antara Demokrat dan PDIP semakin memanas pasca adu klaim soal prestasi di kala kedua partai tersebut menjadi penguasa. 

Rivalitas keduanya diperkirakan akan terus berlanjut hingga penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Menurut peneliti politik dari Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam, hubungan kedua partai itu memang akan terus memanas. Apalagi, hubungan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono memang tidak baik-baik saja.

"Faktor yang dominan mempengaruhi menurut saya, karena masih ada sekat diantara para elitnya terutama relasi dan hubungan Ibu Mega dan Pak SBY belum cair hingga kini," kata Surokim saat diwawancarai Info Indonesia, Selasa (20/9/2022).

Surokim menilai, saat ini Partai Demokrat sedang memanfaatkan momentum sebagai partai oposisi untuk mengerek elektabilitas dengan cara membangun narasi-narasi politik yang kritis kepada pemerintah.


Namun, sejauh ini nampaknya usaha Demokrat belum berhasil, karena narasi politik yang dibangun mudah dipatahkan oleh PDIP. Dan pemerintah pun menyerang balik Partai Demokrat dengan membandingkan rezim SBY dengan Jokowi saat ini.

"Hal itu membuat Demokrat sering kesulitan memosisikan diri dan bertindak sebagai oposisi," jelasnya.

Dijelaskan Surokim, narasi-narasi politik yang dibangun Partai Demokrat kurang membumi di telinga publik. Bahkan, belum mampu mengangkat citra Partai Demokrat sebagai partai oposisi sejati.

"Isu-isu yang dibangun juga menurut saya kurang membumi dan kurang meyakinkan publik karena lebih selfish dan tidak menjangkau isu-isu publik yang lebih luas," ungkapnya.

Oleh karena itu, Surokim memandang, Partai Demokrat masih butuh penguatan positioning sebagai partai oposisi yang konstruktif. Selain itu, Demokrat butuh penguatan tokoh seperti SBY untuk bisa memainkan peran sebagai oposisi sesuai karakter partai berlambang mercy itu.

"Saya pikir itu juga tidak mudah bagi Demokrat dan Pak SBY karena momentumnya juga masih belum pas saat ini," pungkasnya.


Video Terkait:
SBY dan AHY Yang Menuduh Presiden Jokowi
Editor: Amelia