POLHUKAM

Wali Kota Malang Keluarkan Edaran Soal Tabloid Anies Baswedan di Masjid

Relawan Klaim Butuh Alat Peraga

Tabloid Anies Baswedan disebar di Masjid Al Amin, Kota Malang, saat Salat Jumat. (Detikjatim/Muhammad Aminudin)
Tabloid Anies Baswedan disebar di Masjid Al Amin, Kota Malang, saat Salat Jumat. (Detikjatim/Muhammad Aminudin)


JAKARTA - Wali Kota Malang, Sutiaji, akan mengeluarkan edaran kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat terkait beredarnya tabloid berisi kesuksesan Anies Baswedan di Masjid Al Amin, Jalan Pelabuhan Tanjung Perak. 

Sutiaji geram karena masjid dijadikan sasaran kepentingan politis.

"Jangan membawa dan menarik-narik urusan berbau politik ke tempat ibadah. Walaupun domainnya itu domain ibadah masing-masing," ujarnya, merespons peredaran tabloid tersebut, pada Senin (19/9/2022).

Sutiaji khawatir tabloid itu memicu persoalan atau kekacauan di tengah umat. Sebab, tabloid itu disebarkan di masjid yang merupakan tempat ibadah.

"Nanti dapat menimbulkan kekacauan umat, pro dan kontra. Jangan sampai nilai-nilai baik yang ada di sana itu hilang," katanya.


Pemkot Malang sendiri segera mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada DMI Kota Malang agar kejadian serupa tidak terulang. Surat edaran itu diharapkan bisa mengantisipasi munculnya kontraproduktif di tengah masyarakat.

"Saya akan memberikan anjuran untuk DMI. Akan saya suruh buat selebaran, surat edaran ya, supaya tidak terjadi kontraproduktif. Jadi ini tempat ibadah jangan sampai dibuat untuk kampanye atau sebagainya," papar Sutiaji.

Surat edaran tersebut juga sebagai langkah antisipasi agar umat tidak ditarik ke dalam kepentingan politik tertentu.

"Iya lebih awal (antisipasi), jangan ditarik-tarik karena kasihan umat nanti. Kalau di tempat umum, saya kira silakan. Kalau di masjid saya akan buat selebaran ke DMI," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES), La Ode Basir, mengatakan, tabloid bernama KBA Newspaper yang berisi soal prestasi Anies Baswedan bukanlah tabloid gelap. Dia menyebut tabloid itu ditulis oleh wartawan yang bersimpati kepada Anies.

"Itu bukan tabloid gelap. Itu KBA News. Ada founder, editor jelas sekali," katanya.

"Ada teman-teman wartawan, itu saya lihat rata-rata mereka di tabloidnya itu kan ada mereka siapa penulisnya. Rata-rata wartawan senior yang bersimpati kepada Mas Anies. Mereka menulis itu," jelas La Ode, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (20/9/2022).

Menurut dia, sosialisasi capaian dan prestasi Anies melalui sebuah tabloid adalah hal yang positif. La Ode menyebut kelompok relawan butuh alat peraga atau instrumen untuk mengenalkan Anies kepada masyarakat.

"Isinya kan bisa diverifikasi, bisa dilihat oleh semua orang. Secara etis kami di Relawan Anies memang sudah ada kode etik bagaimana politik yang kami lakukan adalah politik santun, menyampaikan capaian-capaian dan prestasi Mas Anies," jelasnya.

La Ode mengatakan, terkait peredaran tabloid ke masjid hingga pasar hal itu di luar kontrol. Namun, dia menolak jika peredaran tabloid ke masjid sebagai politisasi agama. Istilah itu sebelumnya lekat dengan Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Saya ingin berdebat dengan siapa yang ungkapkan itu. Berikan data bahwa di Pilkada DKI (2017) Mas Anies melakukan politisasi agama. Kalau tidak ada data lalu diproduksi berulang-ulang, justru ini penyebar kebencian," ujarnya.

Sebelumnya, tabloid KBA Newspaper yang berisi kesuksesan Anies Baswedan tersebar di Kota Malang. Tabloid itu dibagikan kepada jemaah Masjid Al Amin, saat Salat Jumat.

KBA Newspaper berisi 12 halaman dengan edisi cetak 28 Februari 2022. Sampul tabloid itu memajang foto Anies Baswedan dengan pose senyum yang diberi judul "Mengapa Harus Anies?". Seluruh isi konten tabloid mengulas soal prestasi dan capaian-capaian Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Dalam kotak redaksi KBA Newspaper tertera nama Ramadhan Pohan sebagai founder/CEO. Namun, tidak ada alamat jelas di mana kantor tabloid itu berada.


Video Terkait:
Tiktoker Anifah Kritik Gaji Anggota DPRD DKI Jakarta 26 Miliar
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo