DAERAH

Buruh Demo di Balai Kota DKI

Massa buruh gelar unjuk rasa menolak penaikan harga BBM hingga menuntut naikan UMP tahun 2023 sebesar 13 persen, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).(Foto: Reza Agustian / Kompas)
Massa buruh gelar unjuk rasa menolak penaikan harga BBM hingga menuntut naikan UMP tahun 2023 sebesar 13 persen, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022).(Foto: Reza Agustian / Kompas)


JAKARTA - Aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat terus bergulir di sejumlah daerah di Indonesia. Aksi tersebut sebagai respons atas penaikan harga Pertalite, Solar, dan Pertamax, yang diumumkan oleh Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi.

Kali ini, aksi unjuk rasa massa buruh digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2022). Ketua Exco Partai Buruh DKI Jakarta, Winarso mengatakan, ada tiga tuntutan utama pada aksi hari ini.

Pertama, kata dia, penolakan atas naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Sebab, penaikan harga BBM justru memberatkan beban buruh.

"Ini (penaikan harga BBM) membebankan dari penghasilan kami di Jakarta," ujar Winarso.

Kemudian, tuntutan meminta Pemerintah Provinsi DKI menaikkan upah minimum provinsi sekitar 10 sampai 13 persen. Menurut dirinya, penaikan 10 sampai 13 persen sesuai dengan kebutuhan hidup layak di DKI tahun 2022.


"Kami berdialog dan menyepakati penaikan menjadi Rp4,6 juta, itupun masih digugat oleh APINDO yang tidak berprikemanusiaan," kata Winarso.

"Coba bayangkan ketika upah kami ditekan, lalu muncul lagi penaikan harga BBM yang sangat tidak sinkron dan tidak masuk logika."

Tuntutan ketiga, penolakan undang-undang Cipta Kerja. "Kami akan tetap berjuang sampai akhir, sampai UU Cipta Kerja diturunkan, dibubarkan, dan dicabut dari legislasi yang ada di Indonesia." kata dia.

Diberitakan sebelumnya, aksi menolak penaikan harga BBM di 34 provinsi memang akan terus berlanjut, hingga puncaknya pada 4 Oktober 2022.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, di Jabodetabek, serikat buruh akan menggelar aksi, yang dipusatkan di depan gedung Istana Negara, dan akan diikuti 5 ribu hingga 7 ribu orang.

Puluhan ribu buruh, petani, tenaga honorer, pekerja rumah tangga, hingga pemuda yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Indodesia untuk Demokrasi (LMID) akan turut berunjuk rasa.

Presiden Partai Buruh itu mengatakan, tuntutan aksi yakni tolak kenaikan harga BBM, tolak Omnibus Law Cipta Kerja, dan naikkan upah buruh.

Dia mengatakan, alasan demonstrasi terus dilakukan lantaran tren harga minyak dunia yang menurun. Sedangkan, kata Said, harga sewa rumah dan sejumlah kebutuhan lainnya terus naik. Bantuan langsung tunai (BLT BBM) sebesar Rp150.000 per bulan pun dinilai belum menyelesaikan masalah. Selain itu, daya beli masyarakat kini tengah melemah.

"Menutup sewa rumah saja tidak cukup," ujar Said dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/9/2022).

Sebelum tiba pada puncak aksi, unjuk rasa akan digelar di sejumlah daerah. Dia mengatakan, pada 19 September 2022, buruh akan berunjuk rasa di Jawa Timur, Batam, Ciamis dan Bogor.

Berikutnya, tanggal 20 September 2022, buruh berdemonstrasi di Cianjur dan beberapa kota di Jawa Barat. Aksi berlanjut pada 21 September 2022 di Gedung Sate Bandung, Kantor Gubernur Jawa Tengah, dan Balai Kota DKI Jakarta. Sedangkan aksi 22 September 2022 dilakukan buruh di Sukabumi, Jawa Barat.


Video Terkait:
Situasi Terkini Demo Sumpah Pemuda, Orasi dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia
Editor: Saeful Anwar