POLHUKAM

PEMILU 2024

Gerindra Antisipasi Propaganda Merugikan

Partai Gerindra Aceh memperlihatkan spanduk Prabowo yang beredar di Banda Aceh, Rabu (21/9/2022). (Antara/Rahmat Fajri)
Partai Gerindra Aceh memperlihatkan spanduk Prabowo yang beredar di Banda Aceh, Rabu (21/9/2022). (Antara/Rahmat Fajri)


BANDA ACEH - DPD Partai Gerindra Provinsi Aceh melakukan pengaduan ke Polda Aceh terkait penyebaran spanduk Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang dinilai penuh dengan muatan politik.

"Kami datang ke Polda Aceh yang diterima oleh Dir Intelkam dan Wadir Ditreskrimum. Ini sifatnya baru tahap pengaduan, proses laporannya nanti kami siapkan," kata Sekretaris Partai Gerindra Aceh, Safaruddin, di Banda Aceh, Rabu (21/9/2022).

Dia mengatakan, pengaduan tersebut sebagai langkah awal untuk menampung keresahan kader-kader Gerindra di Aceh. Kemudian, pihaknya juga meminta kepolisian untuk dapat membantu melakukan penertiban, baik itu dalam bentuk spanduk, baliho, stiker dan lainnya.

Adapun, spanduk yang beredar tersebut yakni berisikan foto Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo dengan tulisan yang digambarkan sebagai kutipan pernyataan Prabowo yaitu "Saya mengakui kepemimpinan dan kenegarawan Pak Jokowi."

Safaruddin menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ini pihaknya menemukan selebaran spanduk dan stiker yang bukan berasal dari skenario Partai Gerindra.


"Sehingga kami tidak tahu ini oknum dari mana yang membuat keresahan. Jadi kader-kader bertanya ini bersumber dari mana dan apa agenda," ujarnya.

Menurut Safaruddin jika spanduk-spanduk tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia tidak masalah dan dapat dimaknai dengan kemungkinan ada simpatisan Prabowo dan Jokowi yang memasangnya. Dirinya mengakui apa yang disampaikan serta foto pada spanduk yang beredar tersebut tidak ada yang salah. Tetapi, penyebarannya dipilih di daerah yang sebelumnya (Pilpres 2019) menjadi basis Prabowo Subianto seperti Aceh, Sumatera Barat, Madura dan Jawa Timur.

"Tapi ini ada dipilih-pilih. Nah, ini ada upaya penjegalan untuk mencoba dan menggiring propaganda terhadap pemilu yang masih 2024. Ini bagi kami sebagai kader sangat meresahkan," kata Safaruddin yang juga Wakil Ketua DPR Aceh.

Dia menjelaskan, proses pengaduan awal ini dilakukan untuk mengetahui motif penyebaran spanduk serta sebagai upaya mencari jalan keluar terhadap persoalan tersebut. Namun, kata Safaruddin, pihaknya mensinyalir bahwa semua itu punya muatan politis dan sangat merugikan Partai Gerindra untuk pemilu yang akan datang.

Jika nanti diketahui bahwa memang motifnya politik, Safaruddin mengimbau semua pihak untuk berdemokrasi dengan etika dan menjaga kewibawaan demokrasi serta ketertiban hukum.

"Makanya kami mau tahu motif, ini kan tidak ada aba-aba dari siapapun. Pasti ada aktor-aktor intelektual yang mengganggu demokrasi yang sekarang ingin kita bangun supaya bisa lebih baik dan menghasilkan pemimpin baik pada 2024 nanti," demikian Safaruddin.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Kamis, 22 September 2022.


Video Terkait:
Nostalgia, Prabowo Unggah Foto Keluarganya
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo