DAERAH

OJK NTB Catat Penyaluran KUR Capai 4,25 Triliun

Kepala OJK Provinsi NTB Rico Rinaldy (Lalu Suparman Ambakti/Info Indonesia)
Kepala OJK Provinsi NTB Rico Rinaldy (Lalu Suparman Ambakti/Info Indonesia)


MATARAM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat jumlah realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) per 31 Agustus 2022 di Provinsi NTB mencapai Rp4,25 triliun.

"Realisasinya Rp4,25 triliun dengan jumlah debitur sebesar 117.308 orang," kata Kepala OJK Provinsi NTB Rico Rinaldy di Mataram, Jumat (23/9/2022)

Rico mengatakan, jumlah penyaluran KUR paling banyak pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan total penyaluran Rp1,955 triliun dengan jumlah debitur 56.249.

"Bagi masyarakat yang ingin mengakses KUR dapat mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan yang menyalurkan KUR," tuturnya.

Adapun lembaga keuangan yang menyalurkan KUR di wilayah Provinsi NTB yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), BPD Bali, Bank Sinarmas, Pegadaian, Bank Central Asia, dan Bank Tabungan Negara (BTN).


Rico menjelaskan pentingnya masyarakat memahami persyaratan dan prosedur dalam mengakses produk KUR, sehingga masyarakat NTB dapat mengakses dengan mudah dan aman.

Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tanggal 18 Januari 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat, Kredit Usaha Rakyat yang selanjutnya disingkat KUR adalah kredit atau pembiayaan modal kerja dan atau investasi kepada debitur individu atau perseorangan, badan usaha dan atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup. 

KUR bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. 

Penerima KUR sebagaimana pasal 3 ayat (1) merupakan usaha produktif dan layak dibiayai di seluruh sektor ekonomi yang menghasilkan barang dan/atau jasa untuk memberikan nilai tambah dan/atau meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha. 

KUR yang disalurkan oleh Penyalur KUR, terdiri KUR super mikro, KUR mikro, KUR kecil, KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia dan KUR khusus

"Suku bunga atau bagi hasil KUR yaitu sebesar 6 persen," papar Rico

Untuk agunan KUR terdiri atas agunan pokok yang merupakan usaha atau obyek yang dibiayai oleh KUR dan agunan tambahan diberlakukan untuk KUR kecil diatas Rp l00 juta  dan KUR khusus diatas Rp l00 juta  sesuai dengan kebijakan penilaian Penyalur KUR.

"Agunan tambahan tidak diperlukan bagi KUR super mikro, KUR mikro, KUR Khusus sampai dengan l00 juta dan KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI)," ulas Rico

OJK terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran KUR di Provinsi NTB, dalam rangka mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Ke depan OJK berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan dapat mendorong penyaluran KUR yang lebih optimal dan merata di Provinsi NTB, sehingga terwujud peningkatan perekenomian masyarakat NTB," kata Rico.


Video Terkait:
Penyelenggaraan MotoGP Indonesia Diundur
Editor: Amelia