OPINI

Menyongsong Estafet di 2024, Kaum Muda Milenial Bersama Airlangga Hartarto

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Istimewa)
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Istimewa)


KESERIUSAN Partai Golkar dalam mengusung Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk menjadi Presiden RI ke-8 patut mendapat apresiasi dari seluruh kader Partai Golkar. Sebab momentum Pemilu Raya pada tahun 2024 merupakan saat yang tepat bagi Partai Golkar dan seluruh kadernya untuk kembali menjadi partai yang berkuasa penuh terhadap jalannya roda pemerintahan. Sekaligus menjadi momentum kebangkitan partai secara keseluruhan pasca-Reformasi yang nyaris saja meruntuhkan dan menenggelamkan Partai Golkar dari arus utama sejarah bangsa Indonesia.

Atas berkat rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan yang luhur dari segenap kader dan keluarga besar Partai Golkar untuk terus bisa memberikan kontribusi dan pengabdiannya yang terbaik terhadap bangsa Indonesia, Partai Golkar selamat dari tsunami politik di tahun 1998.

Patut dicatat, pengalaman Partai Golkar dalam menjaga keutuhan partai dan siap berdinamika dengan dinamis bagi segenap kader partai dengan menjunjung nilai-nilai religius, kebangsaan dan nasionalisme merupakan modal penting bagi setiap kader untuk menyongsong setiap perubahan zaman. Apapun dan bagaimanapun kondisi perubahan zaman itu, kader Partai Golkar selalu terdepan dan siap bergandeng tangan dengan kekuatan politik sesama anak bangsa.

Maka tidak heran bila Pak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang merupakan simbol Utama Partai Golkar mendapat dukungan dan dorongan dari segenap kader Partai Golkar dan kaum milenial. Pasalnya sederhana saja, Pak Airlangga Hartarto telah membuktikan komitmen dan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara. 

Sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju di bawah Pemerintahan Bapak Jokowi, Pak Airlangga mampu berkolaborasi dalam menjalankan tugas pemerintahan dengan baik. Serta mampu menjalankan roda organisasi Partai Golkar dengan apik. Sehingga kedua tugas ini menjadi bersinergi yang melahirkan kekuatan dalam rangka membangun bangsa menjadi lebih baik dan berkemajuan.


Tentu saja kemampuan kepemimpinan Pak Airlangga ini merupakan modal awal yang baik untuk terus melanjutkan kiprah pengabdian terbaiknya bagi bangsa Indonesia dengan menjadi Presiden RI ke-8.

Tidak berlebihan bila kaum milenial dan keluarga besar Partai Golkar akan terus mengawal Pak Airlangga sampai jadi sebagai Presiden RI ke-8. Karena sosok Pak Airlangga Hartarto sudah menjadi harapan yang menggerakan setiap kader Golkar dan rakyat Indonesia untuk bersama-sama berjuang mewujudkan Indonesia yang kita cita-citakan, yaitu tegaknya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Tentu saja sosok Haji Airlangga Hartarto bukan satu-satunya sosok yang akan tampil sebagai capres potensial. Namun dari kinerja dan kerja keras yang sudah beliau buktikan selama memimpin Partai Golkar dan menjadi pembantu Presiden Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju merupakan fortopolio politik yang sangat penting.

Sebab kita sebagai rakyat terutama kaum milenial akan memilih sosok yang sudah jelas dalam kiprah dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Politik tidak boleh bersikap "beli kucing dalam karung". Politik harus jelas terang benderang sejak awal. 

Kita harus tahu sosok yang menjadi calon presiden dari A sampai Z. Karena hal ini akan sangat membantu kita sebagai rakyat dalam mengawal kebijakan dan program yang kelak akan dikerjakan oleh presiden melalui para pembantunya.

Bila tidak jelas sosok yang ditawarkan kepada publik dan penuh dengan selimut pencitraan maka saya percaya bangsa kita akan terjebak pada tarikan politik yang berkepanjangan dan bisa saja terjadi keterbelahan sosial yang semakin mengangga.

Sekali lagi, dengan melihat secara cermat kami kaum muda memandang sosok Pak Airlangga Hartarto adalah sosok yang pas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional pasca-Pak Joko Widodo dan ini juga merupakan harapan dari kaum muda milenial. Bravo Pak Airlangga.

Tubagus Saptani Suria
(Pegiat Budaya/Pemerhati Politik)


Video Terkait:
Total 83,9 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Didatangkan
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo