POLHUKAM

PILPRES 2024

Cak Imin Lirik Puan Maharani Gara-gara Digantung Prabowo

Ketua DPR RI Puan Maharani makan pecel bersama Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar di seberang TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (25/9/2022). (Kompas.com/Adhyasta Dirgantara)
Ketua DPR RI Puan Maharani makan pecel bersama Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar di seberang TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (25/9/2022). (Kompas.com/Adhyasta Dirgantara)


JAKARTA - Pertemuan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani dalam rangka ziarah ke makam Taufiq Kiemas pada Minggu (25/9/2022) dinilai sebagai manuver politik.

Hal ini diperlihatkan dengan Cak Imin membuka ruang untuk menjadi calon wapres dan dalam kesempatan tersebut. Juga mendoakan agar Puan terpilih menjadi presiden pada 2024. 

Menurut analis politik Arifki Chaniago, sikap Cak Imin tersebut sebagai manuver politik karena sampai saat ini belum ada kepastian dari Partai Gerindra terkait posisi Cak Imin sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto. 

"Cak Imin sudah berjuang sejak 2014 agar namanya masuk surat suara pilpres. Koalisi yang diharapkan PKB dengan Gerindra beberapa waktu lalu setelah deklarasi yaitu kepastian capres dan cawapres. Dengan masih digantungnya posisi Cak Imin oleh Prabowo, wajar saja Cak Imin mulai lirik-lirik partai lain," jelasnya melalui keterangan pers, Selasa (27/9/2022). 

Arifki melihat bahwa Cak Imin ingin memberi peringatan kepada Partai Gerindra agar segera mengumumkan posisinya sebagai cawapres untuk Prabowo. Jika tidak, maka dia akan terus bermanuver untuk melirik-lirik parpol lain yang berani memberi kepastian lebih cepat dari Prabowo.


Menurut dia, manuver Cak Imin tersebut tentu membahayakan bagi Gerindra jika kesepakatan koalisi dibatalkan. Sebab, Prabowo akan kehilangan kepastian maju di Pilpres 2024. Syarat ambang batas 20 persen oleh koalisi Gerindra-PKB tidak berlaku lagi, baik Prabowo atau Cak Imin terpaksa harus berkoalisi dengan parpol lain jika ingin maju sebagai capres dan cawapres. 

"Gerindra bakal mencari koalisi partai baru jika Cak Imin diberikan kepastian oleh Puan atau capres lainnya. Manuver-manuver yang dilakukan Cak Imin ini merupakan upayanya untuk tes gelombang ombak Pilpres 2024, berpihak atau tidak untuknya. Sangat jelas ya kode ini dikirim Cak Imin untuk Gerindra," jelas Arifki yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic.


Video Terkait:
Ganjar-Sandiaga Bisa Jadi Pemain Cadangan di Pilres 2024
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo