POLHUKAM

Kemenkumham Serentak Gelar DJKI Mengajar di 33 Provinsi

Kakanwil Kemenkumham Kaltim didampingi kepala sekolah dan RuKi dalam kegiatan DJKI Mengajar di Samarinda, Rabu (28/9/2022). (Info Indonesia/Nina)
Kakanwil Kemenkumham Kaltim didampingi kepala sekolah dan RuKi dalam kegiatan DJKI Mengajar di Samarinda, Rabu (28/9/2022). (Info Indonesia/Nina)


SAMARINDA - Dengan mengundang 5.000 siswa-siswi tingkat SD dan SMP dari seluruh Indonesia, Kementerian Hukum dan HAM pertama kalinya menggelar kegiatan bertema Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) Mengajar secara hybrid secara serentak, Rabu (28/9/2022).

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly, menghadiri acara itu secara langsung dari Kota Makasar, Sulawesi Selatan, bersama 33 provinsi lainnya.

Seluruh pelajar itu mendapatkan edukasi mengenai kekayaan intelektual (KI) oleh 346 relawan Guru Kekayaan Intelektual (RuKI).

Dalam pelaksanaan kegiatan, DJKI bekerja sama dengan seluruh Kantor Wilayah Kemenkumham di tiap provinsi. Para siswa dan siswi di setiap sekolah yang terpilih akan mengikuti sesi pembelajaran dengan para RuKI di masing-masing wilayah. Setelah sesi pembelajaran, peserta akan bergabung secara hybrid melalui Zoom untuk mengikuti sesi dialog interaktif dengan Menkumham.

"DJKI Mengajar merupakan salah satu dari 16 program unggulan DJKI tahun 2022 dalam rangka menuju world class IP office yang menargetkan siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama untuk diajarkan mengenai pengetahuan kekayaan intelektual," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu.


Dia menjelaskan, RuKI terdiri atas pegawai Kemenkumham, baik di pusat, kantor wilayah dan unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia. RuKI akan menanamkan pengetahuan mengenai kekayaan intelektual secara sederhana melalui semangat berkarya dan berinovasi.

Semangat untuk menyelenggarakan DJKI Mengajar 2022 berangkat dari pemahaman bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan membina siswanya untuk mengembangkan minat dan bakat. Tentunya hal tersebut berkaitan erat terhadap terciptanya suatu inovasi.

"Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat memahami pentingnya pelindungan dan manfaat dari KI, sehingga peningkatan kualitas dan kuantitas KI Indonesia akan segera terwujud," pungkas Razilu.

Pada kegiatan ini, Menkumham juga berbincang langsung dengan anak-anak yang hadir dan bergabung secara virtual di seluruh Indonesia. Menkumham juga akan memberikan penghargaan pada siswa-siswi berprestasi sebagai bentuk apresiasi bagi para pencipta dan inventor muda Indonesia.

DJKI Mengajar yang disebut dalam Kreativitas dan Kejujuran Berkarya menargetkan kesadaran akan pentingnya pelindungan KI sejak dini serta meningkatkan semangat pelajar dalam berinovasi dan berkarya dengan menjunjung tinggi originalitas.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Kalimantan Timur, Sofian, mengatakan, kegiatan ini dalam upaya perlindungan hak cipta bagi masyarakat. Juga menjadi edukasi bagi kaum generasi muda, untuk dapat lebih meningkatkan kreativitas dan kejujuran dalam menciptakan sebuah tampilan.

"Ini edukasi untuk meningkatkan kekayaan intelektual kaum muda. Saya cuma punya satu imbauan kepada anak anak kita yang mana mereka adalah calon generasi penerus bangsa. Jujurlah dan berkaryalah. Ciptakan kreativitas yang luar biasa tanpa menjiplak, itulah yang dinamakan Kekayaan Intelektual," ujar Sofian yang di temui saat menghadiri kegiatan DJKI Mengajar di Samarinda.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo