EKONOMI

Langkah-langkah Besar Antisipasi Ancaman Krisis

Presiden Jokowi. (BPMI Setpres)
Presiden Jokowi. (BPMI Setpres)


JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi situasi sulit, di antaranya ancaman krisis pangan, energi dan krisis finansial serta iklim. Karena itu, pemerintah telah dan sedang melakukan langkah-langkah besar untuk mengantisipasinya.

"Kita terus menjaga ketahanan pangan kita produktif, kita terus tingkatkan, sehingga bisa mengurangi produk-produk pertanian impor. Dan pada saat yang bersamaan kita menjaga stabilitas harga pangan, sehingga masih terjangkau oleh masyarakat," kata Presiden saat memberikan speechnotes dalam acara Rakyat Merdeka Award 2022 di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Selain itu, pemerintah juga sedang mengembangkan energi bersih untuk memperkuat ekonomi hijau. Sebab, pengembangan energi hijau ini harus diinisiasi dengan cepat dan diperbanyak. Hal itu lakukan agar iklim investasi di Tanah Air bergerak maju.

"Mendorong investasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tetapi juga mendorong peningkatan ekspor," terang Presiden.

Tidak hanya itu saja, pada sektor UMKM juga harus bergerak maju, bahkan harus mendunia. Oleh karenanya, penerapan digitalisasi pada sektor UMKM sangat penting demi kemajuan perekonomian bangsa.


"Kita juga harus mengakselerasi agar UMKM bisa segera naik kelas. Digitalisasi harus terus didorong untuk membantu pemberdayaan UMKM," tutur Presiden.

Presiden pun sangat optimistis bahwa kerja keras pemerintah dan masyarakat akan membangkitkan perekonomian Indonesia. Sehingga, lapangan pekerjaan akan terbuka lebar.

"Saya optimis dengan sinergi seluruh elemen bangsa, dengan kerja sama kita semua kita akan mampu memanfaatkan banyak peluang untuk tumbuh lebih kuat tumbuh secara berkelanjutan," jelasnya.


Video Terkait:
Inilah Sinyal Jokowi Tiga Periode
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo