DAERAH

Kepala BI NTB: Pesantren Potensial Jadi Penggerak Baru Ekonomi Produktif

Kepala BI NTB Heru Saptaji (Lalu Suparman Ambakti/Info Indonesia)
Kepala BI NTB Heru Saptaji (Lalu Suparman Ambakti/Info Indonesia)


LOMBOK TIMUR - Kantor Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong agar Pondok Pesantren menjadi penggerak baru ekonomi produktif.

Menurut Kepala BI NTB Heru Saptaji, salah satu pilar pengembangan ekonomi yang diamanahkan kepada BI adalah untuk turut mengembangkan ekonomi syariah.

"Salah satu yang kami lakukan adalah pengembangan ekonomi syariah yang berbasis kemandirian ekonomi pesantren," kata Heru saat diwawancara Info Indonesia, Rabu (28/9/2022)

Dia meyakini, ketika pesantren melakukan aktivitas ekonomi produktifnya, maka akan bisa melakukan transmisi aktivitas ekonomi bagi para santrinya.

"Potensi pondok pesantren sebagai mesin motor baru untuk membuat ekonomi di Indonesia, ini menurut saya juga sangat besar," tutur Heru.


Lebih lanjut dia menekankan bahwa BI siap untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan atau ekonomi akar rumput ekonomi kemaslahatan umat.

"Saya punya visi untuk mengencarkan mengembangkan ekonomi syariah yang berbasis kemandirian ekonomi pesantren. Jadi 15 pondok pesantren yang melakukan aktivitas ekonomi produktif yang dibina oleh Bank Indonesia," tegasnya. 


Video Terkait:
Penyelenggaraan MotoGP Indonesia Diundur
Editor: Amelia