POLHUKAM

KPU: 75 Hari Masa Kampanye Bantu Tekan Polarisasi

KPU (Net)
KPU (Net)


JAKARTA - Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI, Idham Holik menilai, masa kampanye selama 75 hari jelang pemilu serentak 2024 bisa menekan polarisasi.

"Dengan masa kampanye yang singkat, kami berharap polarisasi itu tidak berlangsung lama, andaipun ketika itu terjadi," kata Idham saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Dia mengingatkan kepada seluruh tim sukses para calon kandidat agar bisa memanfaatkan waktu 75 hari itu untuk mengkampanyekan para calonnya dengan sebaik-baiknya. 

"Kami berharap di waktu yang singkat ini, mereka yang selaku pendukung paslon dapat lebih rasional mengkampanyekan kandidat mereka masing-masing lebih ke kampanye program," jelasnya.

Disamping itu, KPU sebagai penyelenggara pemilu akan terus melakukan sosialisasi dan mengedukasi seluruh masyarakat maupun kepada tim pendukung para calon mengenai kampanye yang baik. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak terpolarisasi.


"Kuncinya adalah edukasi dengan tujuan meningkatkan literasi politik. Kan edukasi itu amanat konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa," imbuhnya.

"Literasi ke semua pihak. Dengan literasi baik, sehingga semua pihak dapat memainkan politik yang sehat, politik yang mencerahkan," sambung Idham.

Idham mengatakan bahwa selama ini KPU terus berupaya mengedukasi masyarakat dengan program-program yang telah dilakukan. Selain itu, dia juga ucapkan terima kasih kepada awak media karena telah bekerja keras untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

"Sehingga para pembaca hari ke hari semakin memahami demokrasi dan kepemiluan di Indonesia," tandasnya.


Video Terkait:
Ketua KPU Diberhentikan
Editor: Amelia