OLAHRAGA

Tingkatkan Prestasi Menembak Indonesia

Atlet menembak Indonesia, Vidya Rafika Toyyiba. (KOI)
Atlet menembak Indonesia, Vidya Rafika Toyyiba. (KOI)


JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) menyiapkan berbagai langkah dalam meningkatkan prestasi olahraga menembak Indonesia.

Pertama, rehabilitasi fisik, di mana saat ini Perbakin tengah gencar membangun berbagai fasilitas kelas dunia seperti pembangunan lapangan 10 meter, 25 meter, dan 50 meter, serta final hall di berbagai daerah, termasuk Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

"Kami juga menyiapkan peralatan dan perlengkapan menembak terkini, membangun fasilitas mess atlet, dan fasilitas penunjang lainnya," kata Ketua Umum PB Perbakin, Joni Supriyanto, di Lapangan Menembak, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Langkah kedua adalah pembinaan dan latihan. Saat ini, PB Perbakin membina 135 atlet dari 34 provinsi. Lalu, 25 pelatih dan staf profesional, serta mendatangkan lima pelatih asing dari Korea, Iran, dan India.

Langkah ketiga, memperbanyak kompetisi, di mana setiap bulan minimal bergulir satu kejuaraan menembak, baik itu target, reaksi, maupun berburu. 


"Selain itu, kami rutin mengirim atlet Indonesia dalam kompetisi regional dan internasional," ujar Joni.

Dari serangkaian upaya tersebut, Joni berharap prestasi menembak Indonesia terus meningkat. Terlebih, menembak adalah salah satu cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Dengan perencanaan pembinaan yang baik, prestasi olahraga menembak Indonesia telah terbukti mengalami peningkatan. Misalnya dalam dua edisi SEA Games terakhir. Pada SEA Games 2019 Filipina, menembak meraih tujuh emas, tiga perak, dan dua perunggu. Kemudian, SEA Games 2021 Vietnam dengan delapan emas, enam perak, dan dua perunggu.

Selain itu, pada Asian Games 2018 yang bergulir di Jakarta-Palembang, menembak menyumbang satu perak. Puncaknya dalam Olimpiade 2020 Tokyo, menembak menempatkan satu wakil Indonesia yakni Vidya Rafika Toyyiba.

Belum lagi, single event di mana Indonesia rutin mengirim atlet ke berbagai ajang internasional dengan menuai prestasi membanggakan. Misalnya dalam level Asia, Indonesia berhasil membawa pulang dua emas, satu perak, empat perunggu dalam Australasia Handgun Championship 2019.

Kemudian, meraih satu perunggu dalam gelaran World Cup ISSF Rifle & Pistol di India pada 2021. Dalam tahun yang sama di Asian Airgun Championship di Kazakhstan, skuad Merah Putih membawa pulang lima emas dan tiga perak.

Tahun ini, Indonesia juga sukses besar saat menjadi tuan rumah ISSF Grand Prix Rifle & Pistol di Jakarta dengan menjadi juara umum setelah meraih enam emas, delapan perak, dua perunggu dalam. Prestasi tersebut berlanjut dengan meraih tiga perak dan satu perunggu dalam Thailand Open Championship 2022.

Tak hanya di Asia, Perbakin juga mengirim sejumlah atlet di kejuaraan yang bergulir di Eropa. Pada 2021 di Hungaria Open, Indonesia mendulang satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Pada tahun yang sama, Indonesia juga mengikuti ISSF World Cup Rifle Pistol Shotgun di Kroasia dan mampu menjadi finalis.

Tahun ini, perak berhasil dibawa pulang dalam Running Target World Championship 2022. Dari Afrika, Indonesia juga menjadi finalis ISSF World Cup Rifle Pistol 2022 di Mesir.

Joni mengungkapkan, Perbakin akan terus mengirimkan atlet ke berbagai kejuaraan internasional untuk meningkatkan pengalaman dan prestasi petembak Indonesia.

"Kami akan menjadi tuan rumah ISSF World Cup Rifle Pistol & Shotgun 2023. Selain itu, kami juga menargetkan meraih medali dalam Asian Games 2023 di Hangzhou, China, dan tentu saja medali di Olimpiade Paris 2024," pungkas Joni.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Kamis, 29 September 2022.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo