DAERAH

Pemprov NTB Minta Operasi Pasar Murah Digelar Secara Intensif

Plt Kadiskominfo Prov NTB, Baiq Nelly Yuniarti. (Info Indonesia/Lalu Suparman Ambakti)
Plt Kadiskominfo Prov NTB, Baiq Nelly Yuniarti. (Info Indonesia/Lalu Suparman Ambakti)


MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan para pelaku usaha di Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) secara intensif demi mengendalikan inflasi dan menjaga pemulihan ekonomi NTB ke depannya.

Plt Kadiskominfo Prov NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, selain OPM, hal lain yang dilakukan yakni monitoring dan evaluasi terhadap kenaikan harga gas elpiji 3 Kg dan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goring curah di pasaran. 

“Pemprov NTB dan TPID tetap berupaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif di Provinsi NTB melalui sector pariwisata dan pengadaan vaksin booster ketiga,” kata Nelly kepada Indonesia, Sabtu (1/10/2022)

TPID diharapkan melakukan langkah-langkah pengendalian jangka pendek dan menengah panjang. Diantaranya jangka pendek melalui Quick Wins dengan melakukan OPM untuk komoditas yang berpontesi meningkat harganya seperti telur ayam dan beras. 

“Melakukan monitoring dan pengetatan harus masuk dan keluar di pelabuhan terhadap komunitas-komunitas pangan strategis,” tutur Nelly 


Selain itu, mengintensifkan sidak khususnya terhadap komoditas gas elpiji 3 kg dan HET minyak goring curah. 

“Mengoptimalkan kerja sama Antar Daerah (KAD) antar kabupaten/kota di provinsi NTB maupun dengan daerah-daerah lainnya di luar NTB,” jelas Nelly

Secara khusus, di tengah kondisi tekanan harga yang meningkat untuk sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah, KAD kan di proritaskan untuk pemenuhan pasokan di wilayah intra NTB. 

“Memperbaiki kualitas neraca pangan surpulus-defisit di masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi NTB,” pinta dia

Nelly menambahkan, untuk jangka menengah dan panjang diantaranya dengan meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui updating teknologi atau metode budidaya dan penjajakan peralihan budidaya semiorganik serta organik secara lebih massif untuk mengantisipasi potensi kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di NTB. 

BI NTB mendukung  upaya upgrading skills sejumlah kelompok tani dan ternak di NTB melaui pemberian bantuan teknis berupa pelatihan integrated farming, pelatihan dan fasilitasi demplot double chromosome, pelatihan pembuatan pakan ternak serta bantun teknis lainnya kepada kluster-kluster binaan.  

“Mengutamakan BUMD jadi offtaker kelebutuhan pangan strategis,” kata Nelly.


Video Terkait:
Penyelenggaraan MotoGP Indonesia Diundur
Editor: Amelia