OLAHRAGA

TRAGEDI KANJURUHAN

Ketua Forum Suporter: Setop Pertikaian Atau Hentikan Sepak Bola Indonesia

Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad Supriyanto. (Net)
Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad Supriyanto. (Net)


JAKARTA - Para ketua dan suporter sepak bola Indonesia harus duduk bersama, untuk menuntaskan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/20222).

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI), Richard Achmad Supriyanto kepada Info Indonesia, Minggu (2/10/2022), merespons tragedi di Stadion Kanjuruhan, yang menewaskan 127 orang, usai laga Arema FC vs Persebaya.

Akademisi Universitas Azzahra ini mengatakan, jika suporter sepak bola tidak juga berhenti bertikai, maka lebih baik hentikan sepak bola di Indonesia.

"Tragedi Kanjuruhan jadi potret kelam sepak bola kita. Cukup sudah! Kalau tak juga kita berhenti bertikai, maka lebih baik hentikan sepak bola di Indonesia," kata Richard.

Richard mengungkapkan, perbaikan tata kelola sepak bola harus segera dilakukan, termasuk dengan upaya menghentikan pertikaian antarsesama suporter maupun yang lainnya.


Mantan Ketua Umum Jakmania (suporter Persija Jakarta) juga menyinggung soal pertandingan yang digelar pada malam hari. Dirinya juga meminta agar para suporter menghentikan semua arogansi, dan saatnya duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan sepak bola di negeri ini.

Hanya dengan bersatu kita punya kekuatan besar.

Diketahui, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Kericuhan tersebut bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Terdapat kobaran api pada sejumlah titik di dalam stadion. Terlihat dua unit mobil polisi yang salah satunya adalah mobil k9 dibakar. Sementara satu mobil lainnya rusak parah dengan kaca pecah dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP.

Editor: Saeful Anwar