POLHUKAM

PILPRES 2024

Deklarasikan Anies Capres 2024, Nasdem Dinilai Ingin Dapat Efek Elektoral

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh (kanan) bersama capres Nasdem. Anies Baswedan. (Foto: Anggi / Medcom)
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh (kanan) bersama capres Nasdem. Anies Baswedan. (Foto: Anggi / Medcom)


JAKARTA - Partai Nasdem dianggap ingin meningkatkan efek keterpilihan dengan mengumumkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024, dari partai tersebut.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI), Abdul Hakim di Kantor SSI, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

"Sepertinya NasDem ingin sekali segera mendapatkan efek elektoral Mas Anies Baswedan; karena kita tahu surveinya NasDem kursinya 10 persen, tapi disurvei angkanya tidak bisa naik menjadi empat sampai lima besar," kata Abdul.

Selain untuk menggenjot efek elektoral, Abdul menilai diusungnya Anies sebagai capres Nasdem karena akan segera melepas jabatan publik. Masa bakti Anies sebagai Gubernur DKI akan habis pada 16 Oktober 2022.

Abdul juga menilai diusungnya Anies sebagai capres oleh Partai Nasdem karena mantan rektor Universitas Paramadina itu juga memiliki rekam jejak sejarah dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Nasional Demokrat yang saat ini sudah menjelma menjadi Partai Nasdem.


"Anies itu, kalau enggak salah, salah satu deklarator Nasional Demokrat ketika masih menjadi ormas sebelum menjadi parpol. Jadi, antara Surya Paloh dengan Anies Baswedan memiliki rekam jejak sejarah di Nasional Demokrat," katanya.

DPP Partai Nasdem resmi mengusung Anies sebagai calon presiden untuk Pilpres 2024. Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh mengumumkan hal tersebut di Ballroom Nasdem Tower, Jakarta, hari ini.

Melalui perjalanan dan pemikiran yang cukup lama, Partai Nasdem akhirnya memutuskan Anies Baswedan sebagai capres usungannya.

"Inilah kenapa akhirnya Nasdem melihat seorang sosok Anies Rasyid Baswedan. Kami mempunyai keyakinan, pikiran-pikiran dalam perspektif baik secara makro maupun mikro sejalan," kata Surya Paloh.


Video Terkait:
Tiktoker Anifah Kritik Gaji Anggota DPRD DKI Jakarta 26 Miliar
Editor: Saeful Anwar